Yamaha Mio S

Fasilitas Umum di Tasik Sudah Lama Dibiarkan Jadi Lahan Parkir

  Kamis, 22 Agustus 2019   Irpan Wahab
Sejumlah Fasilitas Umum (Fasum) seperti trotoar dan badan jalan di Ibu Kota Kabupaten Tasikmalaya yakni di Kecamatan Singaparna beralih fungsi. Trotoar yang harusnya dipakai pejalan kaki dan badan jalan untuk laju kendaraan justru dipakai untuk lahan parkir. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Sejumlah Fasilitas Umum (Fasum) seperti trotoar dan badan jalan di Ibu Kota Kabupaten Tasikmalaya yakni di Kecamatan Singaparna beralih fungsi. Trotoar yang harusnya dipakai pejalan kaki dan badan jalan untuk laju kendaraan justru dipakai untuk lahan parkir.

Kondisi ini sudah terjadi lebih dari lima tahun. Akibatnya, ruas jalan menjadi menyempit karena lahan parkir tersebut. Hal ini pun mendapatkan sorotan dari penggiat hukum Kabupaten Tasikmalaya, Imam Tantowi Jauhari.

Imam menilai, pemerintah daerah justru terkesan membiarkan praktik pelanggaran itu terjadi. Padahal sudah ada larangan dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 tahun 2014 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum Bab III pasal 6 point 6 dan pasal 9 poin 7.

AYO BACA : Alat Deteksi Kecanduan Gawai Tercipta Ditangan Mahasiswa UI

"Sudah jelas kan ada aturannya, tapi kesannya ini dibiarkan. Padahal itu menyangkut soal standar pelayanan minimum," papar Imam, Kamis (22/8/2019).

Imam menambahkan, seharusnya pemda konsisten dengan apa yang sudah dibuat. Aturan dibuat untuk dilaksanakan. Jangan sampai, lanjutnya, perda dibuat tetapi praktik di lapangan tidak diterapkan.

"Jangan dibuat untuk dilanggar, tapi untuk diterapkan. Jadi kesannya semrawut dan tidak tertata." papar Imam.

AYO BACA : Tenggak Miras Oplosan, Dua Warga Tasik Tewas

Jika alasan tidak adanya lahan parkir, Imam menyarankan membuat lahan parkir baru atau dipindah ke area yang dirasa memungkinkan, seperti perubahan Taman Alun-alun Singaparna namun harus dibarengi dengan payung hukum.

"Daripada taman Singaparna tidak dimanfaatkan, mending diubah jadi lahan parkir. Tapi harus ada payung hukumnya, " papar Imam.

Dihubungi terpisah, Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP – Damkar) Dindin menuturkan, lahan parkir di badan jalan merupakan kewenangan UPT Parkir Dinas Perhubungan.

Sementara untuk parkir di trotoar, itu merupakan kendaraan pemilik toko yang ada di Pasar Singaparna. Keberadaannya pun sudah beberapa kali ditertibkan namun kesannya mereka terus mengulang menyimpan kendaraan di trotoar.

"Jadi kucing-kucingan, sering ditertibkan. Tapi hanya seminggu bersih, minggu depannya lagi ada lagi disimpen lagi disitu. Kan kita juga tidak diam, kita terus lakuin penertiban, " papar Didin.

AYO BACA : Kabupaten Tasikmalaya Belum Layak Dipasang Lampu Lalin

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar