Yamaha Mio S

Gojek Dengar Aspirasi Mitra Tasikmalaya Dengan Baik

  Jumat, 23 Agustus 2019   Dadi Haryadi
Logo Gojek. (istimewa)

TASIKMALAYA, AYOTASIK.COM--Pemberitaan yang menyebutkan Gojek menyerah akibat ancaman demo adalah keliru. Hal tersebut disampaikan langsung oleh mitra pengemudi Gojek Tasikmalaya Adi Septianugrah yang hadir dalam pertemuan bersama Manajemen Gojek Jabar Banten.

Pertemuan tersebut diadakan atas undangan Dewan Pembina dan Pengurus Hiden (Himpunan Driver Online Priangan Timur). Sebab, Hiden memposisikan diri sebagai wadah menampung aspirasi para pengemudi.

Hanya saja, pertemuan tersebut tidak melahirkan keputusan apapun. Pertemuan tersebut, kata Adi, merupakan bentuk silaturahmi dan mendengar dan mendiskusikan keluhan-keluhan mitra pengemudi.

“Tidak ada menghasilkan keputusan apapun kayak yang diberitakan. Saya hadir di sana. Yang saya tau Gojek selalu konsisten dan transparan dengan tata tertib. Oleh karena itu saya saat baca berita dari ayonews itu saya gak yakin dengan kebenarannya. Soalnya saya ada di sana saat itu. Kebenarannya itu, yang saya dengar yang saya lihat lewat mata telinga saya sendiri, pihak Gojek itu betul-betul kooperatif menanggapi keluhan-keluhan driver. Gojek menjawab dengan detil dan jelas atas keluhan-keluhan dari driver,” katanya, Jumat (23/8/2019).

Adi yang semula antusias dengan komunitas Hiden kini merasa ada hal yang ganjil. Komunitas Hiden, kata Adi, menjadi lebih eksklusif. Sebab, di awal Adi bergabung dalam diskusi tersebut, Komunitas Hiden menempatkan diri sebagai perwakilan mitra Gojek Tasikmalaya. Namun, belakangan mengatasnamakan nama komunitas.

AYO BACA : Komunitas Driver : GOJEK beri banyak manfaat untuk Tasikmalaya

“Selain itu yang saya sayangkan, komunitas hiden ini jadinya seperti ekslutif. Sebelumnya bilangnya mewakili mitra Gojek Tasikmalaya, kok sekarang jadi cuma atas nama komunitasnya. Di pemberitaan kemarin apakah itu bahasa wartawan atau gimana saya gak tau, itu kelihatan. Pihak Manajemen sudah menerima dengan baik dan perkumpulan itu dengan enak. Tapi seolah-olah kok kenapa jadi merasa mereka itu menang atau gimana. Belum ada keputusan. Silakan keluhan dan tuntutan dikemukakan, dan akun-akun itu silakan didata dan kasih ke LSO Jabar Banten. Tapi jadi kayak ingin naik rating nama orang sendiri,” jelasnya panjang.

Disampaikan Adi, untuk permasalahan open suspend, Gojek menyediakan mekanisme banding. Tidak benar jika dalam pertemuan tersebut Gojek membuka akun pengemudi yang tersuspend. 

“Saya tahu Gojek ini koorporatif dan selalu konsisten, transparan dalam menerapkan tata tertibnya. Gak ada yang dibuka akunnya yang kena suspend. Itu masih dalam tahap banding. Pertemuan kemarin semua keluhan ditampung untuk kemudian ditinjau kembali. Tidak ada keputusan apapun dari Gojek. Tanggapan Gojek untuk yang mau buka open PM ya melalui mekanisme banding. Jadi bukan dibuka. Dicari dulu titik kesalahannya bagaimana,” sebutnya.

“Kena PM ini kan ada tingkatannya, ada yang kesalahannya minim ada yang fatal. Yang besar seperti melakukan order fiktif, dicari tau dulu. Itulah Gojek tawarkan mekanisme banding,” tambahnya.

Sebelumnya, pihak Manajemen Gojek Jabar Banten menghadiri undangan diskusi bersama mitra pengemudi ojek online yang diadakan oleh Dewan Pembina dan Pengurus Hiden (Himpunan Driver Online Priangan Timur). Pertemuan berlangsung mulai pukul 17.00 – 18.30 WIB pada Senin lalu (19/8/2019).

AYO BACA : Mitra Gojek Tasikmalaya: Demo Pengemudi Salah Kaprah

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar