Yamaha

Komitmen Garut Membangun 10 Desa Wisata

  Rabu, 28 Agustus 2019   Republika.co.id
Sejumlah wisatawan menikmati keindahan matahari terbit di bukit Lendongara Desa Karunni, Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Selasa(27/8/2019). Lendongara (LDR) merupakan salah satu tujuan wisata favorit di pulau Sumba yang menawarkan keindahan bukit savana. (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

GARUT, AYOTASIK.COM -- Kabupaten Garut berupaya meningkatkan sektor pariwisata dengan membangun objek wisata yang dipusatkan di pedesaan. Sebanyak 10 desa di Kecamatan Cibatu diproyeksikan menjadi sasarannya. Di desa-desa itu akan dibangun seperti wisata alam, kesenian, dan kebudayaan.

"Kawasan wisata terpadu ini sebagai bentuk komitmen kami para kepala desa agar para wisatawan dapat betah tinggal di wilayah kami, Cibatu khususnya," kata Kepala Desa Wanakerta perwakilan wisata desa terpadu, Sunarkawan (55 tahun) kepada wartawan di Garut, Selasa (27/8/2019).

AYO BACA : Pemkab Tasik Butuh 35 Miliar Benahi Objek Wisata

Ia menuturkan, Desa Wanakerta merupakan daerah yang terus berinovasi menggandeng sejumlah desa sekitar untuk mengembangkan potensi wisata yang memiliki daya tarik untuk dikunjungi wisatawan. Wisata yang akan dikembangkan yakni wisata arung jeram, paralayang, kemudian wisata air terjun atau Curug Kancil, serta wisata kesenian dan kebudayaan.

"Kami juga akan mengembangkan Wisata Curug Kancil, serta pengembangan kesenian buhun, yaitu seni karinding," katanya.

AYO BACA : Promosi Wisata Kabupaten Tasikmalaya Masih Minim

Ia menyampaikan, pengembangan wisata desa itu tidak sembarangan dilakukan, terlebih dahulu perwakilan desa yang terlibat dalam pengelolaannya akan diberi pelatihan oleh pelatih profesional. Rencananya, kata dia, jajarannya akan diberi pelatihan untuk wisata arung jeram dengan instruktur langsung dari Kesatuan Paskhas TNI Angkatan Udara, sedangkan wisata paralayang akan dilatih oleh Satuan Brimob Polda Jabar.

"Kami mohon doanya agar program wisata terpadu ini cepat terealisasi," katanya.

Ia berharap, program pengembangan wisata tersebut menjadi bagian dalam memanfaatkan reaktivasi transportasi kereta api Stasiun Cibatu-Garut sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Desa di sini juga memiliki potensi lain di antaranya hasil pertanian berupa padi, jagung, cabai, tomat, sayuran, dan umbi-umbian, dan sektor peternakan," katanya.

AYO BACA : Menikmati Bentang Alam Tasik di Atas Ketinggian Puncak Pelita

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar