Yamaha

Kohir Pemotor Viral Ikuti Tes SIM

  Selasa, 03 September 2019   Andres Fatubun
Kohir saat melakukan tes mengendari motor di Satlantas Polres Tasikmalaya untuk memperoleh SIM. (Irpan Wahab/ayotasik)

MANGUNREJA, AYOTASIK.COM -- Kohir warga Kertaraharja, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya yang tidak tahu bentuk serta fungsi Surat Ijin Mengemudi (SIM) akhirnya mendatangi Satlantas Polres Tasikmalaya, Selasa (3/9/2019).

Kohir datang ke polres karena mendapat undangan dari petugas untuk mengikuti pembuatan SIM. 

"Abi bade nyieun sim, tadi diwartosan polisi abi bade kenging SIM gratis, mugia dilancarkeun," ujar Kohir sambil jalan menuju ruang pendaftaran pemohon SIM.

Usai menyerahkan persyaratan, Kohir menjalani serangkaian tes untuk pengurusan SIM. 

Namun fakta memprihatinkan terlihat saat tes tulis.

Kohir yang tidak lulus Sekolah Dasar (SD) kurang fasih membaca. Akibatnya Kohir harus dipandu mengisi data pribadi oleh anggota Polisi. Bahkan, saat tes teori di depan komputer, ayah satu orang anak ini tampak kebingungan hingga lagi lagi diarahkan petugas.

AYO BACA : Terjaring Operasi Patuh Lodaya, Pemotor Niat Beli SIM Anggota Polisi

"Ini bapak sentuh dilayar komputer ini, benar atau salah, bapak dengarkan dulu pertanyaanya yah" ujar brigadir polisi Denda, saat mengarahkan Kohir tes teori.

Sama halnya saat tes pengendarai motor di tempat khusus, meski sudah memiliki sepeda motor delapan bulan, namun beberapa kali menabrak marka jalan hingga nyaris terjatuh.

"Haduh abi isin ditingalikeun pulisi janten nabrak wae, padahal abi jago naek motor dilembur jalana wae alit, " ucap Kohir.

Dari serangkaian tes pembuatan SIM yang dilaluinya, hasilnya Kohir belum layak mendapatkan SIM karena dinyatakan tidak lulus. Pihak kepolisian terpaksa menangguhkan pemberian SIM gratis untuk Kohir.

Menanggapi gagalnya mengikuti Tes kepemilikan SIM, Kasat Lantas Polres Tasikmalaya AKP. Atik Siswanti menuturkan, Kohir diminta kembali mengikuti tes pekan depan setelah memahami aturan lalu lintas. Meski Kohir tidak fasih baca dan tulis, ia tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan SIM . Minimal, kata Atik, Kohir memahami aturan rambu lalu lintas dan benar benar bisa membawa kendaraanya.

"Kang Kohir berkesempatan sebagai warga negara untuk dapat SIM, asalkan dia paham berlalu lintas dan ujian prakteknya lulus. Kita kasih kesempatan dia minggu depan tes lagi. SIM Gratis masih berlaku loh buat kang kohir sampai benar benar dia lulus" ucap AKP Atik Siswanti.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar