Yamaha Mio S

Racikan Miras Marak Dijual, Pemkab Tasik Diminta Buat Regulasi

  Selasa, 10 September 2019   Irpan Wahab
Ketua KNPI Kab Tasikmalaya Nana Sumarna. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Beberapa waktu lalu, masyarakat Tasikmalaya digegerkan dengan kasus tiga orang remaja di Kecamatan Taraju meninggal dunia akibat miras oplosan. Mirisnya, belakangan diketahui bahwa miras yang mereka tenggak berbahan alkohol 70%, disamping campuran air mineral, dan minuman berenergi.

Berkaca dari kejadian itu, ayotasik.com mencoba menelusuri kemudahan akses dalam membeli alkohol 70% yang dipakai sejumlah remaja untuk meracik miras oplosan di apotik seputaran Singaparna.

Saat ayotasik.com, bermaksud ingin membeli alkohol 70%, ada beberapa apotik yang langsung menanyakan maksud dan tujuan pembelian alkohol.

"Kanggo naon ieu meserna? Bilih kanggo dianggo teu leres ku abi moal dipasihan (Buat apa ini belinya? Kalau buat yang gak bener,saya gak akan kasih)" tanya salah satu pegawai apotik di Desa Singasari, Kecamatan Singaparna, Selasa (10/9/2019).

Namun ada juga apotik yang langsung memberikan paket alkohol 70% lengkap dengan sebotol air mineral dan minuman berenergi. Harga untuk satu paket itu dipatok sebesar Rp23 ribu.

"Mangga itu alkoholna, sadayana Rp23 rebu (Silahkan itu alkoholnya, semuanya Rp23 ribu)" kata salah satu penjaga apotik di Desa Cipakat.

Kemudahan untuk membeli alkohol di apotik itupun mendapatkan tanggapan dari berbagai elemen masyarakat. Ketua DPD KNPI Nana Sumarna menilai, kemudahan dalam membeli alkohol 70% itu membuat remaja sangat mudah meracik miras oplosan.

"Ini sangat memprihatinkan, artinya sangat mudah sekali remaja membeli alkohol di apotik," papar Nana.

Nana menyarankan, pemerintah mengeluarkan regulasi atau aturan untuk memperketat penjualan alkohol. Agar nantinya tidak disalahgunakan untuk membuat miras oplosan.

"Harus, ada perbup atau apalah bentuknya khusus untuk apotik, agar tidak sembarangan menjual alkohol," ungkap Nana.

Hal senada dikatakan anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Deni Daelani yang menilai, terjadinya kasus remaja over dosis akibat miras oplosan harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Deni meminta pemerintah harus lebih membuka mata terhadap kondisi tersebut. Pasalnya, konsumsi miras oplosan terjadi di kalangan remaja yang merupakan penerus estafeta perjuangan bangsa dan negara.

"Tentu saja kita prihatin ya, artinya banyak kasus meninggalkan remaja karena over dosis miras oplosan harus menjadi perhatian khusus pemerintah," papar Deni kepada ayotasik.com, Selasa (10/9/2019).

Deni menyarankan, adanya regulasi terkait penjualan alkohol 70%. Artinya ada sebuah perbup yang mengatur apotik untuk tidak sembarangan menjual akohol, karena dikhawatirkan disalahgunakan untuk kepentingan yang tidak benar.

"Kalaupun harus ada aturan baru, tentu kita dorong. Karena kita tidak ingin generasi muda kita rusak akibat miras oplosan yang berbahan alkohol," pungkas Deni.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar