Yamaha Mio S

Perda Trantibum Sudah Jelas Atur Soal Miras

  Selasa, 10 September 2019   Irpan Wahab Muslim
Ilustrasi miras oplosan. (ayobandung)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Kabid Penegakan Perda pada Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tasikmalaya, Engkos Koswara mengatakan, peredaran minuman beralkohol sudah diatur dalam Perda nomor 3 tahun 2014 tentang ketentraman dan ketertiban umum.

Dalam Pasal 19 Perda Trantibum secara jelas melarang memproduksi, mengedarkan, membawa, memperdagangkan, menimbun, menyiman, mengoplos, menghidangkan minuman dan atau menggunakan minuman beralkohol dalam bentuk apapun tanpa ijin tertulis dari Bupati.

"Jadi tidak perlu adanya regulasi lagi, dalam Perda itu sudah lengkap diatur. Kami menyadari bahwa, mudahnya apotik dan toko obat menjual alkohol dan itu memicu terjadinya peracikan miras oplosan," papar Engkos melalui sambungan telepon, Selasa (10/9/2019).

Dalam Perda Trantibum itu, lanjut Engkos, sanksi yang diberikan juga sangat tegas yakni kurungan penjara 6 bulan dan denda sebesar Rp. 50 juta. Artinya para penjual miras baik oplosan maupun miras bermerk tetap tersangkut Perda Trantibum tersebut.

"Sudah jelas ada sanksinya, nah kita akan melangkah ke depan untuk mengambil langkah tegas," ungkap Engkos.

Kedepan, lanjut Engkos, pihaknya akan berkordinasi dengan Kepolisian, BPOM dan Dinas Kesehatan untuk melakukan razia ke Apotik dan toko obat. Selain razia, Satpol PP juga akan membuat imbauan kepada Apotik atau toko obat untuk selektif dalam menjual alkohol.

"Kami akan berkordinasi dulu dengan pihak terkait, akan razia ke apotik sekaligus memberikan penekanan agar selektif dalam menjual alkohol," pungkas Engkos.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar