Yamaha Mio S

Bupati Tasik Imbau Apotik Tak Jual Alkohol Berlebih

  Rabu, 11 September 2019   Irpan Wahab
Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto menilai, untuk memberantas miras oplosan yang bahan-bahannya diketahui mudah didapatkan di pasaran, maka tak perlu dengan membuat regulasi atau peraturan baru.

Salah satu bahan dasar pembuatan miras oplosan yang turut ayotasik.com telusuri tentang kemudahan mendapatkannya adalah alkohol 70%. Alkohol 70% sendiri merupakan jenis obat yang tidak dilarang untuk dijual belikan. Obat ini banyak dijual di apotik. Mirisnya, pada kasus miras oplosan, kegunaan obat ini disalahgunakan oknum masyarakat.

Ade menegaskan, dalam menekan penyalahgunaan alkohol terutama yang kadarnya 70% atau sama sekali tak diperuntukkan untuk dikonsumsi, paling penting adalah pembinaan, baik itu kepada penjual atau apotik maupun masyarakat secara luas.

"Pembinaannya kalau ke apotik berupa imbauan, agar tidak melayani masyarakat yang membeli alkohol dalam jumlah banyak," kata Ade kepada wartawan, Rabu (11/9/2019).

AYO BACA : Perda Trantibum Sudah Jelas Atur Soal Miras

Selain kepada penjual atau apotik, pembinaan juga harus dilakukan kepada masyarakat khususnya remaja. Pembinaan ini harus dilakukan oleh semua pihak, baik dinas kesehatan, tokoh masyarakat, ulama, dan tokoh pemuda.

Pembinaan di antaranya dengan pemberian pemahaman tentang bahaya penyalahgunaan alkohol yang dapat membahayakan tubuh bahkan hingga kematian.

"Kalau urusan regulasi, itu bukan ranah kami di pemerintah daerah tapi di BPOM. Paling, kita gencarkan imbauan kepada apotik dan masyarakat luas. Terutama tentang bahaya mengkonsumsi alkohol," pungkas Ade

AYO BACA : Racikan Miras Marak Dijual, Pemkab Tasik Diminta Buat Regulasi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar