Yamaha Mio S

Bentuk Kemandirian Masyarakat Cigalontang Melalui Jemput Sodakoh

  Minggu, 15 September 2019   Irpan Wahab Muslim
Program Jemput Sodakoh. (Irpan Wahab Muslim/Ayotasik.com)

CIGALONTANG, AYOTASIK.COM--Ada berbagai cara untuk membantu sesama, salah satunya program jemput sodakoh yang digulirkan masyarakat Kampung Cibaeud, Desa Lengkongjaya, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. Meski tidak menghasilkan banyak rupiah, namun gerakan sosial kecil ini bisa meringankan kesulitan yang dialami warga sakitar.

Tokoh masyarakat setempat, Ustaz Gugun Gunawan mengatakan, program jemput sodakoh bukan merupakan hal baru di kampungnya. Program gerakan sosial ini merupakan modifikasi dari program perelek/sedekah beras. Penjemputan sodakoh dilakukan oleh sejumlah remaja kampung dengan mendatangi setiap rumah.

AYO BACA : Tasikmalaya Undercover Community, Gerakan Sosial Malam Hari

Besaran uang yang disodakohkan pun tidak besar, hanya Rp100 per Kelapa Keluarga (KK). Penjemputan sodakoh dilakukan tiap sore hari. Pondasi kepercayaan yang ditunjukan pengurus membuat program jemput sodakoh ini berjalan lancar tanpa hambatan.

"Program Jemput Sodakoh, jelas sebetulnya bukan hal yg baru. Awalnya itu kan perelek dengan beras itu, tapi akhirnya sebagaian kampung diganti sama uang. Kenapa kita jemput, karena sodakoh itu harus diambil atau dijemput," papar Ustaz Gugun saat ditemui di rumahnya, Minggu (15/9/2019).

AYO BACA : Komunitas Raksa Lembur, Gerakan Masyarakat Konsen Jaga Lingkungan

Meski ditetapkan Rp100 per KK, namun ada juga masyarakat yang menitipkan sedekahnya dalam jumah lebih dari nominal yang ditentukan. Sedikitnya ada 122 KK di kampung Cibaeud yang saat ini menitipkan sodakohnya kepada pengurus.

Ustaz Gugun menambahkan, meskipun nominal yang dikumpulkan namun setidaknya gerakan sederhana ini mampu memberikan sesuatu kepada masyarakat, seperti pembayaran listrik masjid, Madrasah, honor guru diniyah dan kegiatan sosial lainnya.

Bahkan tidak untuk warga disekitar kampung Cibaeud, gerakan jemput sodakoh ini manargetkan memberikan bantuan untuk renovasi masjid maupun madrasah yang rusak diberbagai daerah. Setidaknya, di akhir tahun bisa menyumbang 700 hingga 1.000 sak semen.

"Alhamdulilah, program sederhana dan kecil ini sudah diadopsi oleh kampung lain. Bahkan komunitas tukang cukur di berbagai daerah sudah melakukan hal yang sama meski nominal berbeda. Kalau tidak salah kas sampai saat ini ada Rp27 juta, alhamdulilah," pungkas Ustaz Gugun.

AYO BACA : Hidupkan Permainan Tradisional Melalui Olimpaido

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar