Yamaha Mio S

Priangan Timur Potensial untuk Wisata Halal

  Selasa, 17 September 2019   Republika.co.id
Ilustrasi -- Objek wisata Tongjong Canyon di Kecamatan Cipatujah, Tasikmalaya. (explorewisata.com)

TASIKMALAYA, AYOTASIK.COM -- Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) cabang Tasikmalaya menggelar lokakarya wisata halal untuk para pemangku kepentingan di wilayah Priangan Timur, Jawa Barat, Selasa (17/9).

Ketua Umum MES cabang Tasikmalaya Kartawan mengatakan, lokakarya itu dilakukan untuk membekali para pemangku kepentingan dengan konsep wisata halal. Menurut dia, wilayah Priangan Timur sangat memiliki potensi untuk wisata halal.

"Alasannya, kondisi di sini relatif Islami. Kita banyak pesantren dan tempat bersejarah. Selain juga objek yang biasa, dengan pelayanan dan produk yang syariah," kata dia, Selasa (17/9/2019).

Ia mencontohkan, Pondok Pesantren Suryalaya di Kabupaten Tasikmalaya atau Pesantren Sirnarasa di Kabupaten Ciamis, banyak dikunjungi jamaahnya untuk wisata religi.

Hal itu, kata dia, belum digarap secara maksimal dengan pelayanan yang baik. Padahal, ia menyebut, sektor pariwisata dapat mendongkrak perekonomian daerah.

Ia menjelaskan, konsep wisata halal bukan hanya dikhususkan untuk wisatawan Muslim. Masyarakat dunia sudah mulai mengonsumsi segala hal yang halal lantaran dinilai sebagai gaya hidup untuk sehat.

Kartawan menambahkan, pihaknya juga juga sudah berkomunikasi dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Priangan Timur untuk mengembangkan hotel syariah. Itu akan dimulai dari hotel belum berbintang. Selain itu, ia juga meminta PHRI untuk menyediakan sertifikasi halal makanan di hotel.

MES juga akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk tindak lanjut pengembangan wisata halal di Priangan Timur. Pasalnya, lokakarya yang digelar MES merupakan tindak lanjut pembentukan pariwisata terintegrasi di Priangan Timur yang diinisias BI.

"Artinya sudah ada komitmen. Tinggal dikembangkan untuk urusan halalnya," kata dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar