Yamaha Mio S

Wisata Halal Priangan Timur Dinilai Bisa Berkembang

  Selasa, 17 September 2019   Republika.co.id
Sejumlah wisatawan menikmati libur panjang di Pantai Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (25/12/2017). (Hengky Sulaksono/Ayotasik.com)

TASIKMALAYA, AYOTASIK.COM -- Kepala Kantor Perwakilan BI Tasikmalaya Heru Saptaji mengatakan, konsep wisata halal sangat strategis untuk dikembangkan di Priangan Timur. Pasalnya, wilayah yang meliputi Garut, Tasikmalaya, Banjar, Ciamis, hingga Pangandaran, itu memiliki basis yang kuat dalam kebudayaan Islam.

"Seperti kita tahu, Priangan Timur kaya dengan image kota santri, pondok pesantren, dan budaya Islam. Namun peluang ke sana belum tergarap dengan baik," kata dia seperti dilaporkan Republika, Selasa (17/9/2019).

Ia mencontohkan, di Kota Tasikmalaya misalnya, belum ada satu pun hotel syariah berdiri. Padahal, hotel syariah merupakan peluang bisnis yang tinggi sebagai tempat menginap para wisatawan Muslim.

Heru berkomitmen, pihaknya akan terus mempromosikan wilayah Priangan Timur agar menarik investor membangun hotel syariah. "Karena ada beberapa segmen masyarakat yang membutuhkan itu," kata dia.

Heru mengatakan, konsep wisata halal itu bukan saja identik dengan destinasinya yang harus bernuansa Islam. Melainkan juga, pelayanan kepada wisatawan harus dapat diterapkan sesuai standar halal.

"Tren sekarang ini adalah halal lifestyle. Bukan hanya wisata tapi seluruhnya mencari barang yang berlabel halal dan itu sudah menjadi kultur. Karena itu, saya yakin wisata halal akan berkembang," kata dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar