Yamaha Mio S

Dampak Kemarau, Faskes di Tasik Kekurangan Air

  Selasa, 17 September 2019   Irpan Wahab Muslim
Kemarau yang berlangsung cukup lama, sekitar enam bulan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. (Irpan Wahab Muslim/Ayotasik.com)

TANJUNGJAYA, AYOTASIK.COM -- Kemarau yang berlangsung cukup lama, sekitar enam bulan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Tidak hanya mengeringkan sumber air untuk kebutuhan rumah tangga, namun menyusutnya sumber air mengganggu pelayanan di fasilitas kesehatan (faskes) seperti puskesmas. Salah satunya di Puskesmas Kecamatan Tanjungjaya.

Di area puskesmas itu, sumur dengan kedalaman lebih dari 25 meter tidak menghasilkan air dalam tiga bulan terakhir. Meskipun tidak menggangu pelayanan secara keseluruhan, namun bagi pasien yang ingin buang air sedikit kesulitan.

"Memang tidak terlalu signifikan mengganggu pelayanan tapi ada sedikit terganggu terutama untuk pasian yang kebetulan buang air kecil dan buang air besar," kata salah satu petugas Puskesmas Akim Nurefendy, Selasa (17/9/2019).

Memenuhi kebutuhan air, pihak puskesmas terpaksa meminta bantuan masyarakat untuk mengambil air dari sumber air yang tersisa di sungai Ciwulan dengan jarak lebih dari 500 meter. Untuk 25 liter air, puskesmas memberikan upah sebesar Rp10.000.

"Dalam sehari kita butuh lebih dari 150 liter, " papar Akim.

Sementara untuk keluhan dari masyarakat akibat dari dampak bawaan musim kemarau berkepanjangan, Akim mengatakan, kebanyakan masyarakat mengeluhkan gatal gatal, ISPA, dan diare.

"Dampaknya sudah ada, contohnya ada pasien mengeluh gatal dan diare.Karena mungkin memaksakan menggunakan air yang tidak bersih akibat kemarau, " pungkas Akim.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar