Yamaha

Jadi Tersangka, Imam Nahrawi: Takdir Allah Tak Pernah Salah

  Jumat, 27 September 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (tengah) tiba di Gedung KPK sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta, Jumat, (27/9/2019). ( ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

JAKARTA, AYOTASIK.COM -- Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyerahkan nasib masalah hukum yang menderanya kepada Tuhan.

Pada Jumat (27/9/2019) ia menjalani pemeriksaan di Gedung KPK. Pemeriksaannya ini menjadi yang pertama setelah tim pemburu KPK menetapkan status tersangka terhadap politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

“Saya Bismillahirrahmanirrahim saja. Saya siap menjalani takdir ini. Setiap manusia punya takdir. Dan takdir dari Allah tidak pernah salah,” kata Imam sesaat sebelum memulai pemeriksaan di Gedung KPK.

Imam datang ke Gedung KPK di Jalan Kuningan, Rasuna Said, Jakarta Selatan (Jaksel) sekitar pukul 10:50 WIB. Ia ditemani sejumlah pengacara dan kerabat. Tetapi ia menolak untuk menjawab tentang materi kasus yang dituduhkan kepadanya.

KPK menetapkan Imam sebagai tersangka korupsi pada Rabu (18/9/2019). KPK menuduh Imam menerima suap setotal Rp26,5 miliar dari proposal dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) lewat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Komisioner KPK Alexander Marwata mengatakan, Imam menerima uang sebesar Rp11,8 miliar pada 2016-2018, dan Rp14,7 miliar pada 2014-2019.

Uang tersebut mengalir lewat perantara asisten pribadinya Miftahul Ulum yang sudah ditahan sejak pekan lalu. Atas tuduhan tersebut, Imam memilih mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menpora, pada Kamis (19/9). KPK pun menebalkan sangkaan dengan Pasal 12 huruf a atau b, Pasal 11 UU 20/2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUH Pidana. Imam terancam hukuman 20 tahun penjara jika terbukti di persidangan.

Terkait tuduhan tersebut, Imam menolak berkomentar. Ia hanya mengatakan menyerahkan takdirnya kepada Tuhan. “Demi Allah demi Rasullullah. Allah itu Maha Baik. Dan takdirnya tidak akan pernah salah,” sambung dia.

Setelah masuk ke Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan, Imam sempat diberikan izin keluar ruangan untuk rehat dan shalat Jumat di masjid kawasan Gedung KPK. Setelah shalat Jumat, Imam kembali masuk ke Gedung KPK untuk melanjutkan pemeriksaan. Sampai pukul 15:00 WIB, pemeriksaan belum kelar.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah, pada Kamis (26/9/2019) malam, mengaku tak ingin berspekulasi tentang nasib Imam Nahrawi setelah pemeriksaan. Terkait penahanan, Febri mengatakan, keputusan tersebut hanya dapat dipastikan setelah proses pemeriksaan selesai.

“Untuk saat ini saya hanya dapat memastikan tentang jadwal pemeriksaan untuk tersangka IMN (Imam Nahrawi), menteri pemuda dan olahraga dalam kapasitasnya sebagai tersangka tindak pidana suap dana hibah KONI di Kemenpora,” kata Febri.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar