Yamaha Mio S

BMKG Prediksi Musim Hujan Mulai November

  Rabu, 02 Oktober 2019   Nur Khansa Ranawati
Ilustrasi musim hujan. (Ayobandung.com)

BANDUNG, AYOTASIK.COM -- Saat ini, sebagian besar daerah di Pulau Jawa tengah memasuki musim pancaroba dari musim kemarau menuju musim hujan.

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan untuk Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, akan dimulai pada November 2019 dan mengalami puncaknya pada Januari 2020.

Kepala Bidang Layanan Informasi Cuaca BMKG Pusat, Ana Oktavia Setiowati mengatakan, meskipun saat ini rentang waktu musim Pancaroba sulit untuk diprediksi, namun pada Oktober ini, dapat dikatakan Pulau Jawa dan sekitarnya tengah memasuki pancaroba. Untuk itu, terdapat beberapa kondisi yang perlu diwaspadai.

"Kalau dulu Juli-Agustus sudah pancaroba, sekarang tidak menentu. Tapi karena awal musim hujan terjadi di November, maka Oktober adalah pancaroba. Di rentang musim itu, masyarakat mulai perlu waspada," ungkapnya ketika ditemui selepas mengisi materi pada FGD Gerakan Tanah 2019 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Auditorium Geologi, Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu (10/2/2019).

Hal yang perlu diwaspadai, saat pancaroba di antaranya adalah kemunculan-kemunculan hujan lebat hingga angin puting beliung. Respon dan kondisi tiap daerah ketika menghadapi perubahan cuaca tersebut juga berbeda-beda.

"Pada rentang waktu musim pancaroba, yang perlu diwaspadai adalah hujan lebat, angin kencang hingga puting beliung. Hal ini patut diwaspadai karena perubahan kondisi cuaca sangat drastis dan cepat. Indonesia cuacanya sangat lokal," ungkapnya.

Untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, dirinya mengatakan, BMKG saat ini mulai bergerak memberikan informasi berbasis dampak dengan memanfaatkan peta kerentantan yang dimiliki Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Informasi yang dihasilkan meliputi tingkat kerentanan tiap daerah di tingkat kecamatan terhadap curah hujan yang turun di kawasan tersebut.

"Peta kerentanan BNPB itu kami overlay-kan dengan kondisi curah hujan di suatu wilayah sehingga bisa diketahui daerah tersebut punya level kerentanan apa. Kami sudah petakan level (keretanannya) berdasarkan warna," ungkapnya.

Adapun informasi tersebut saat ini dapat diakses melalui laman web http://signature.bmkg.go.id. Di sebelah pojok kanan web, terdapat ikon bertuliskan "Alert" yang akan muncul dalam skala warna. Informasi tersebut, dia mengatakan, akan diperbaharui setiap hari dan berlaku selama tiga hari ke depan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar