Yamaha Mio S

Waspada Peredaran Uang Palsu di Hari Besar

  Rabu, 09 Oktober 2019   Irpan Wahab Muslim
Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah dari BI perwakilan Tasikmalaya Suradiyono. (Irpan Wahab Muslim/Ayotasik.com)

MANGUNREJA, AYOTASIK.COM--Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah dari BI perwakilan Tasikmalaya Suradiyono, mengatakan Tasikmalaya memang belum tergolong wilayah dengan peredaran uang palsu tinggi dibandingkan dengan wilayah lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

AYO BACA : Kejari Kabupaten Tasik Musnahkan Uang Palsu Senilai Rp41 Juta

Tahun lalu saja, kata Suradiyono, pihaknya mencatat peredaran uang palsu masih dibawah ada 657 lembar. Meski begitu, bukan berarti  segi pengawasan lemah. BI terus memantau peredaran uang di masyarakat, termasuk bahaya beredarnya uang palsu.

AYO BACA : Edarkan Uang Palsu, Kakak Beradik Dicokok Polisi

"Akan tetapi bukan berarti kita tidak waspada. Kami dari BI tetap inten melakukan sosialisasi kepada masyarakat," jelas Suradiyono kepada wartawan, Rabu (9/10/2019).

Ditambahkan Suradiyon, ada waktu-waktu tertentu dimana peredaran uang palsu biasanya tinggi, yakni menjelang hari raya idul fitri dan pada saat menjelang pemilihan umum. Oleh karenanya, pada saat-saat itu, maka segi pengawasan terus diperkuat.

"Karena kedua saat itu, perputaran uang cukup cepat dan tinggi. Makanya kami terus sosialisasj kelada masyarajat," papar Suradiyono.

Disinggung soal ciri uang palsu, Suradiyono mengatakan, jika diraba, uang palsu terasa lembut dan licin, sedangkan uang asli terkesan kasar dan timbul. Selain itu, jika diterawang  bagian pojok kanan atau kiri uang asli ada  pengaman dan digoyang ada perubahan warna.

AYO BACA : Jelang Lebaran, Waspadai Peredaran Uang Palsu

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar