Yamaha

Dua Pekan Mengungsi di Papua, 18 Warga Garut Pulang ke Asal

  Kamis, 10 Oktober 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Sejumlah warga Jawa Barat (Jabar) yang tinggal di Papua tiba di Gedung Pakuan, Jalan Pasir Kaliki, Kota Bandung, Selasa (9/10/2019). Pemerintah melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan Jabar Quick Response (JQR) memulangkan sedikitnya 71 warga Jabar yang terdampak kericuhan yang terjadi disana beberapa waktu lalu. (Kavin Faza/Ayobandung.com)

GARUT, AYOTASIK.COM -- Setelah dua pekan mengungsi akibat kerusuhan di Wamena, Papua, 18 warga asal Kabupaten Garut akhirnya sampai ke tanah asal.

"Mereka sekarang sudah pulang ke Garut," kata Wakil Bupati Garut Helmi Budiman kepada wartawan di Garut, Kamis (10/10/2019).

Ia menuturkan, warga Garut yang tercatat dipulangkan dari Eamena, Papua itu sebanyak 18 orang, mereka sudah mengungsi selama dua pekan sejak terjadinya kerusuhan di daerah itu.

Selama mengungsi, kata dia, tentu membuat keluarga mereka yang tinggal di Kabupaten Garut merasa khawatir sehingga mengharapkan pulang ke Garut untuk berkumpul bersama keluarga.

"Semoga keluarga yang di Garut ini tidak khawatir lagi," katanya.

Warga Garut bersama warga Jawa Barat lainnya mendapatkan bantuan pemulangan dari pemerintah ke kampung halamannya.

Mereka tiba di Jakarta, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kota Bandung, Rabu (9/10/2019) malam, selanjutnya pulang ke daerah asalnya masing-masing.

Khusus warga Garut dijemput oleh perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Garut, kemudian tiba di Pendopo Garut untuk istirahat dan menjalani pemeriksaan kesehatan, Rabu sekitar pukul 23.00 WIB.

Seorang warga Garut yang dipulangkan dari Wamena, Ade Toto (60) mengaku senang bisa kembali ke Garut yang sebelumnya cukup lelah setelah dua pekan tinggal di pengungsian.

"Sekarang sudah pulang, bisa kumpul dengan keluarga," kata Ade Toto warga Desa Cintadamai, Kecamatan Sukaresmi itu.

Ia mengungkapkan, sejak tahun 2000 merantau ke Papua sebagai pedagang walpaper dinding bersama sejumlah orang Garut lainnya.

Ade mengaku, warga Papua sangat baik terhadap pendatang, namun karena adanya oknum akhirnya pendatang menjadi sasaran dalam aksi kerusuhan tersebut.

"Nanti mau jualan lagi, tapi sementara sekarang mau istirahat dulu di rumah," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar