Yamaha Aerox

Maraknya Korupsi, Inspektorat Tasik Optimalkan Fungsi Pencegahan

  Jumat, 11 Oktober 2019   Irpan Wahab Muslim
Kepala Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya E. Zaenal Alfian. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Terbongkarnya kasus dugaan korupsi dana BOS triwulan II tahun 2018 di UPTD Pendidikan Kecamatan Salawu dan dugaan Korupsi yang terjadi di pemerintahan desa, seperti di Desa Sukahening dan Cipakat mendapatkan tanggapan dari Kepala Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya E. Zaenal Alfian.

Alfian mengakui, dugaan korupsi yang terjadi di Tasikmalaya terjadi berulang. Artinya, selalu terjadi di beberapa desa dengan modus yang sama maupun berbeda dan dilakukan oleh orang yang berbeda.

"Ada kejadian beberapa di desa , tahun ini terjadi di desa ini, tahun berikutnya di desa lain meskipun kasusnya berbeda dan pelaku berbeda. Itu maksud berulang tadi, " papar Alfian yang ditemui di ruangannya, Jumat (11/10/2019).

Berulangnya temuan dugaan kasus korupsi itu, kata Alfian, harus diantisipasi. Karenanya, tindakan preventif atau pencegahan perlu dilakukan secara optimal.

"Paling penting adalah pencegahan, bagaimana caranya agar kasus demi kasus korupsi tidak terjadi. Lebih baik kita menangani permasalahan action optimal itu di pencegahan, " kata Alfian.

Alfian menambahkan, berbagai cara sudah dan sedang dilakukan oleh inspektorat dengan tujuan semua pihak betul-betul patuh pada aturan yang ada. Tidak bertindak dan mengambil kebijakan yang menyalahi aturan yang sudah ada. Salah satu upayanya yakni bekerja sama dengan aparat penegak hukum seperti kepolisian dan kejaksaan.

"Akan kerja sama dengan pihak terkait agar lebih menonjolkan pencegahan-pencegahan," ujar Alfian.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar