Yamaha

Keindahan Galunggung Dikenalkan ke UNESCO

  Sabtu, 12 Oktober 2019   Irpan Wahab Muslim
Wisata alam Gunung Galunggung. (@ayufirdw)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM  – Keindahan objek wisata Galunggung diperkenalkan oleh Pemkab Tasikmalaya dalam ajang Regional Course on UNESCO Global Geopark Langkawi yang digelar di Langkawi, Malaysia Senin (7/10/2019) lalu. Selain objek wisata Galunggung, Batu Jasper Hijau dari sungai Cimedang Kecamatan Pancatengah juga turut dikenkan ke dunia Internasional.

Kepala Dinas Pawirisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya Safari Agustin menuturkan, kegiatan bertaraf Internasional itu difasilitasi oleh Pemprov Jawa Barat. Selain dua objek wisata di Kabupaten Tasikmalaya, beberapa objek wisata lain di Jawa Barat juga turut diperkenalkan yakni Ciletuh di Kabupaten Sukabumi, Pongkor di Kabupaten Bogor, Batu Karts di Kabupaten Bandung Barat dan Pantai Pangandaran di Kabupaten Pangandaran.

Alasan Kabupaten Tasikmalaya menghadiri acara bertaraf Internasional itu, kata Safari, kelima Kabupaten tadi sudah ditetapkan oleh Peraturan Presiden nomor 9 tahun 2019 yang dijabarkan oleh Pergub nomor 72 tahun 2018 dan MoU dengan kelima Kabupaten yang memiliki potensi pariwisata taman bumi (Geopark) dengan difasilitasi Gubernur Jawa Barat.

“Kami ingin Objek wisata Galunggung, Batu Jasper  bisa masuk menjadi Geopark global yang diakui oleh UNESCO, “ papar Safari Agustin melalui sambungan telepon, Sabtu (12/10/2019).

Jika diakui sebagai Geopark global oleh UNESCO, lanjut Safari, objek wisata galunggung dan batuan Jasper akan menjadi tujuan tempat wisata Internasional. Namun hal itu memang tidak mudah, karena membutuhkan sinergitas mulai dari Pemerintah, pengusaha dan masyarakat.

“Kami sangat ingin diakui oleh UNESCO, tetapi juga masyarakat harus ikut serta dengan selalu menjaga kebersihan, aman dan menciptakan kenyamanan secara berkelanjutan, “ tambah Safari.

Pertumbuhan ekonomi di dua tempat wisata itu, lanjut Safari, akan sangat terasa jika UNESCO mengakuinya sebagai Geopark Global. Penyerapan tenaga kerja, penumbuhan produk local, dan peningkatan kunjungan.

“Nanti kami akan bentuk badan Percepatan Geopark Global Galunggung, prosesnya masih cukup panjang. “ ungkap Safari.

Disinggung soal permasalahan objek wisata di Kabupaten Tasikmalaya tidak berkembang, Safari mengatakan, permalasannya bukan pada pengelolaan saja, namun lebih kepada berbagai bidang. Di antaranya infrastruktur penunjang seperti akses jalan, kebersihan, kerapihan dan lainnya.

“Kita sudah gencar sosialisasi melalui media social dan lainnya, tapi kalau penunjangnnya belum siap, wisatawan juga akan malas datang ke tempat wisata kita. Makanya ini perlu kerjasama antar lini dan Dinas, “ pungkas Safari.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar