Yamaha Aerox

Pilkades Serentak di Kabupaten Tasik Bakal Dijaga Brimob

  Senin, 14 Oktober 2019   Irpan Wahab Muslim
Kapolres Tasikmalaya AKBP Doni Eka Putra. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

MANGUNREJA, AYOTASIK.COM -- Kepolisian Polres Tasikmalaya bakal meminta bantuan Brimob Polda Jawa Barat dalam mengamankan jalannya pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Tasikmalaya 24 Oktober mendatang.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Doni Eka Putra mengatakan, jumlah bantuan keamanan dari Brimob mencapai satu satuan setingkat kompi (SSK) atau sebanyak 100 orang. Mereka rencananya akan memperkuat pengamanan anggota kepolisian Polres Tasikmalaya di TPS yang dinilai rawan.

"Jumlah personel Polres Tasikmalaya dan polsek-polsek yang disiapkan untuk pengamanan pilkades serentak sebanyak 450 orang. Kemudian ditambah pasukan Brimob Polda Jabar 100 orang. Siaga bantuan pasukan juga disiapkan dari Polres Garut dan TNI," jelas Doni Eka kepada wartawan, Senin (14/10/2019).

Doni Eka menambahkan, dari 211 desa yang menggelar pilkades serentak, sedikitnya ada 147 desa yang masuk wilayah hukum Polres Tasikmalaya. Sisanya seperti wilayah Tasik Utara dan Tasik Timur masuk dalam wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota.

Polisi telah memetakan sejumlah kerawanan, sehingga untuk pengawalan setiap TPS nantinya ditempatkan dua sampai tiga anggota polisi. Jadi dalam satu desa bisa belasan orang anggota yang mengawal antara 11-15 orang.

Kerawanan dalam pilkades, lanjut Doni, diprediksi pada saat jadwal pencoblosan hingga beberapa hari setelahnya. Sebab dari pengalaman pilkades tahun-tahun sebelumnya, konflik di masyarakat kerap muncul pasca penghitungan suara dan penentuan pemenang.

Beberapa kecamatan masuk dalam wilayah rawan, yakni seperti Kecamatan Singaparna, Cikatomas, Cikalong, Bantarkalong, Culamega, dan Bojongasih. Hal ini melihat indikator dari beberapa tahapan yang sudah berjalan, banyaknya jumlah calon yang ikut, dan ketidakpuasan dari simpatisan bakal calon yang gugur.

"Tugas preventif dari awal dilakukan Bhabinkabtibmas dengan lebih menguatkan pembinaan dan penyuluhan di masyarakat. Sementara langkah preventif dengan penjagaan ada patroli intern di wilayah rawan, baru langkah refresif bila ada pengacau. Apabila ditemukan tindak pidana, maka ditangani reserse," jelas Doni.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar