Yamaha Aerox

Aturan Belum Kuat, Warga Masih Merokok di Area Rumah Sakit

  Selasa, 15 Oktober 2019   Irpan Wahab Muslim
Sejumlah pengunjung RS Singaparna Medika Citrautama terlihat tak menghiraukan larangan merokok di kawasan rumah sakit, Selasa (15/10/2019). (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA,  AYOTASIK. COM -- Meski sudah terpampang larangan untuk tidak merokok dilingkungan RS Singaparna Medika Citrautama (SMC), namun ada beberapa warga yang memaksakan diri merokok. Tanpa rasa malu, warga mengisap dalam-dalam rokok meskipun tepat di depan ruang utama pemeriksaan pasien rawan jalan.

Pantauan ayotasik.com dil apangan, aktivitas merokok dilakukan warga di beberapa titik rumah sakit, di antaranya di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD), lingkungan masjid rumah sakit, dan di depan ruang rawat jalan.

Kondisi ini dikeluhkan oleh kepala instalasi promosi kesehatan RS SMC Yuni Yunialupar.  Yuni mengatakan, pihak rumah sakit sudah berupaya mengingatkan kepada warga dan keluarga pasien untuk tidak merokok di lingkungan rumah sakit. Upaya itu berupa pemasangan larangan yang dipasang di beberapa titik dan imbauan melalui suara.

"Jadi sudah kita informasi dan tapi tetap saja membandel, itu kan tidak boleh di lingkungan rumah sakit," kata Yuni, Selasa (15/10/2019).

Yuni mengatakan, imbauan dan larangan itu berdasarkan Peraturan Direktur RS. SMC nomor 800/851/RS SMC /2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Namun dalam peraturan itu, tidak ada sanksi yang mengikat untuk pelanggaran aturan.

"Jadi terkesan tidak kuat aturannya, perlu aturan yang lebih mengikat seperti perbup," tambah Yuni.

Sementara itu, Aris (30) warga yang kebetulan merokok saat ayotasik.com temui mengatakan, bukan tidak tahu ada aturan dan larangan. Namun karena dorongan ingin merokok akhirnya aturan itu dilanggar.

"Ya gimana pak soalna udah kecanduan jadi susah, mau jalan ke depan kejauhan jadi disini aja merokonya, " pungkas.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar