Yamaha Aerox

MUI Tasikmalaya Minta Pesantren Bantu Kikis Radikalisme

  Kamis, 17 Oktober 2019   Irpan Wahab Muslim
Ketua MUI Kabupaten Tasikmalaya Ii Abdul Basith dalam acara pelantikan pengurus, Kamis (17/10/2019). (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Ketua MUI Kabupaten Tasikmalaya Ii Abdul Basith mengatakan, pembenahan di lembaga pendidikan Islam seperti pesantren, menjadi kunci utama dalam mengikis menyebarkan paham-paham radikalisme yang membahayakan keutuhan negeri.

Pembenahan pondok pesantren itu, terang Ii, tidak sebatas pada pembangunan sarana prasarana penunjang fisik, tetapi juga pada metode pembelajaran dan pemahaman yang benar kepada pada ulama penghuni pesantren.

“Dan berupaya supaya pesantren diminati oleh anak-anak kita. Sedikit-sedikit akan berhasil insyaallah,“ papar Ii seusai pelantikan pengurus MUI Kabupaten Tasikmalaya masa khidmat 2019-2024 di kantor MUI, Kamis (17/10/2019).

Ii menilai, meluasnya paham-paham yang diluar ahlussunnah wal jamaah di tengah masyarakatakibat ketidakpahaman masyarakat tentang ajaran Islam. Karena itu, pesannya, pesantren mesti memfungsikan diri.

“Jadi pesantren sangat punya potensi untuk mengikis aliran itu,“ tambahnya singkat.

Pimpinan pondok pesantren Sukahideung ini menambahkan, radikalisme merupakan aliran dari luar Indonesia yang muncul akibat gejolak globalisasi. Aliran itu, tidak tumbuh subur di Indonesia melainkan di luar negeri.

Namun secara kebetulan juga, ketika memasuki Indonesia, aliran itu mendapatkan tempat di hati orang-orang yang sedang dipenuhi oleh ambisi dan kebencian karena faktor politik.

“Kami di MUI melihat segala sesuatu itu dilihat dari akarnya, jadi kita mengobati akarnya. Misalnya teroris, kita tidak bisa menghadapi teroris tapi yang kita hadapi adalah terorismenya atau pahamnya," pungkas Ii.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar