Yamaha

Jalan Muktamar Tasikmalaya yang Menjelma Jadi Kawasan Bisnis Kuliner

  Selasa, 05 November 2019   Irpan Wahab Muslim
Jalan Muktamar, Kabupaten Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Bagi masyarakat Tasikmalaya tentu sudah mengenal Jalan Muktamar di Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna. Jalan menuju pondok Pesantren Cipasung ini kini sudah banyak perubahan.

Jika dalam lima tahun terakhir jalan ini sepi dari aktivitas namun kini Jalan Muktamar tidak ubahnya seperti jalan lain di kota besar penuh dengan hiruk pikuk aktivitas penduduknya. Namun aktivitas itu lebih spesifik berupa bisnis kuliner.

AYO BACA : Tingkat Kepesertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Tasik Rendah

Dalam empat tahun terakhir, banyak masyarakat yang membuka berbagai bisnis kuliner. Mulai dari kafe, cofffe shop, beragam macam kuliner berat, hingga camilan seperti cilok dan lainnya.

Aris Iskandar (33) salah satu warga setempat menuturkan, saat ini, Jalan Muktamar ramai dengan aktivitas orang-orang, terutama kalangan muda. Mengapa demikian, karena di lokasi ini banyak kafe atau kedai yang menjajakan kopi dan camilan ringan.

AYO BACA : Pelaku Curanmor Hanya Butuh 15 Detik untuk Gasak Satu Motor

"Sekarang mah rame, karena mungkin banyak aktivitas santri dan jalannya juga lebar dan bagus. Banyak anak muda yang sekedar nongkrong sore," kata Aris kepada Ayotasik.com, Selasa (5/11/2019).

Aris menambahkan, alasan banyaknya aktivitas mahasiswa, siswa, serta santri, atau umumnya kalangan muda diperkirakan menjadi daya tarik sebagian masyarakat untuk membuka usaha kuliner. Terlebih dengan adanya instansi pendidikan populer di Tasikmalaya seperti Institit Agama Islam Cipasung, SMAI Cipasung, dan Pondok Pesantren Cipasung, bisnis kuliner di kawasan ini dinilai sangat menjanjikan.

"Pagi ramai sama santri, siangnya sama mahasiswa dan siswa sekolah. Sorenya apalagi. Jadi mungkin karena aktivitasnya ramai jadi daya tarik untuk membuka usaha," paparnya.

Malik (35) pemilik salah satu kedai di kawasan ini menuturkan bahwa dirinya sengaja membuat kedai yang menjajakan camilan seperti surabi dan kopi karena melihat potensi bisnis yang sangat besar. Aktivitas kalangan muda tersebut menjadi magnet menjamurnya usaha kuliner.

"Jalur sini kan lumayan ramai, tidak bising juga sama kendaraan. Kalau penghasilan tidak tentu ya ada dapat 1 juta, ada nyampe 1,5 tiap hari," pungkasnya.

AYO BACA : Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasik Bantah Isu Intimidasi Kades Hingga Meninggal

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar