Yamaha Aerox

Dari Tempat Sederhana, Mie Ayam Sampurna Melegenda

  Kamis, 07 November 2019   Irpan Wahab Muslim
Kios Mie Ayam Sampurna milik Imas di Jalan Raya Timur , Kabupaten Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Bagi warga Kecamatan Singaparna, aneh rasanya bila tidak mengenal mie ayam sampurna. Mie ayam yang berada di Jalan Raya Timur ini atau tepatnya di Kampung Badak Paeh, Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, ini bisa dibilang sebagai mie ayam legenda karena sudah ada sejak puluhan tahun.

Imas (55) pemilik mie ayam sampurna menuturkan, ia dan suaminya Endang Suryana ini sudah berjualan dari tahun 1980-an. Hingga saat ini, ia masih turun tangan membuat mie ayam di kedai sederhana miliknya. Saking lamanya, Imas bahkan tidak mengenal jumlah pelanggan setianya.

“Setelah suami meninggal beberapa minggu lalu, saya yang langsung membuatnya. Biasanya oleh suami,“ kata Imas, Kamis (7/11/2019).

Imas menambahkan, meskipun sudah puluhan tahun berjualan, namun ia tidak berani merubah rasa mie ayam racikannya. Artinya, dari awal membuka warung mie ayam, rasa mie ayamnya tetap sama alias tidak berubah.

Bukan hanya rasa, toping mie ayam pun tetap seperti pada waktu dulu, tidak ditambahkan aneka toping seperti saat ini seperti menambahkan ceker ataupun bakso.

“Kalau rahasianya tidak ada, tapi mungkin kepada rasa yang tidak berubah. Topingnya juga tidak macam-macam, seperti biasa saja mie ayam,“ ungkapnya.

AYO BACA: Soto Pataruman, Kuliner Tasik yang Bikin Ketagihan

AYO BACA: Jalan Muktamar Tasikmalaya yang Menjelma Jadi Kawasan Bisnis Kuliner

AYO BACA: Kolontong, Cemilan Khas Cisayong Berbahan Ketan

Dalam sehari, kata Imas, ia bisa mengantongi penghasilan hingga jutaan rupiah. Jika dalam keadaan sepi pun, tidak kurang dari Rp800 ribu bisa dibawa pulang.

“Alhamdulilah, bisa nyekolahin anak sampai kuliah dan lulus. Dari dulu disini, manfaatin bagian depan rumah saja, “ paparnya.

Tidak berubahnya rasa mie ayam sampurna diakui Cucu (40) yang tak lain seorang pelanggan setia. Dia mengaku sejak duduk dibangku kuliah tahun 1990-an hingga saat ini, mie ayam sampurna tidak berubah dan tekstur mienya pun masih sama.

“Sudah dari dulu saya mah dari waktu kuliah sampe sekarang anak sudah SMA. Biasanya sama anak tapi tadi anak lagi bimbel jadi saya aja ke sini. Memang iya diakui rasanya dari dulu tidak berubah,“ kata Cucu.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar