Yamaha Aerox

UPCPK Penting di Tengah Permasalahan Kesehatan Kabupaten Tasik

  Jumat, 08 November 2019   Irpan Wahab Muslim
Ilustrasi layanan kesehatan masyarakat. (Istimewa)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Sejak berdiri tahun 2013 lalu, Unit Pelayanan Cepat Penanggulangan Kemiskinan (UPCPK) membantu lebih dari 22.862 masyarakat miskin dalam bidang kesehatan. Melihat kondisi itu, peran UPCPK dalam membantu masyarakat miskin di Kabupaten Tasikmalaya sangat besar.

Kepala UPCPK Kabupaten Tasikmalaya Soegeng Widjanarko menuturkan, fokus kerja UPCPK yakni membantu masyarakat miskin dalam hal pembiayaan kesehatan. Namun saat ini, kata Soegeng, peran yang dipegang menjadi bertambah.

"Awalnya kita hanya memberikan rekomendasi pembiayaan untuk mencover biaya kesehatan, Dinkes yang bergeraknya. Kita rekomen pembiayaannya masuk Jamkesda," kata Soegeng, Jumat (8/11/2019)

Namun setelah Impres nomor 8 tahun 2017 dan Perpres nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan serta edaran Sekda tanggal 1 Juni tahun 2019 keluar, Jamkesda dipergunakan untuk mengintegrasikan pemohon atau pemagang Jamkesda ke JKN KIS.

"Jadi sifatnya ada yang darurat, kalau yang darurat kita masukan ke Bansos, tapi kalau tidak darurat kita integrasikan ke JKN KIS," tambahnya.

Dalam pengintegrasiaan itu, lanjut Soegeng, pihaknya dilibatkan dalam verifikasi faktual pemohon. Jika dikatakan mampu secara ekonomi, akan disarankan masuk dalam JKN BPJS secara mandiri.

"Tetapi jika tidak mampu berdasarkan pengamanan secara ekonomi, maka kita masukan ke dalam calon penerima JKS KIS yang dibiayai oleh APBD Kabupaten Tasikmalaya," paparnya.

Hingga bulan September 2019, tercatat ada 2.586 yang mengajukan permohonan masuk ke dalam penerima JKN KIS.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar