Yamaha Aerox

Jembatan Akar Cigalontang Jadi Daya Tarik Warga

  Sabtu, 09 November 2019   Irpan Wahab Muslim
Jembatan akar yang menghubungkan Kampung Tataru dengan Kampung Kadugede. (ayotasik/Irpan Wahab)

CIGALONTANG, AYOTASIK.COM -- Jembatan yang berada di kampung Tataru Desa Tenjonagara Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya berbeda dari jembatan pada umumnya. Jika jembatan lainnya dibangun dengan menggunakan besi maupun beton, namun jembatan penghubung dengan Kampung Kadugede Desa Sirnapurta ini terbuat dari akar pohon karet.

Jembatan yang berada diatas sungai Cibangun ini merupakan jembatan akar satu-satunya di Tasikmalaya. Jembatan ini terbentuk dari dua pohon karet yang saling berhadapan di tepi sungai.

Untuk menuju lokasi jembatan santoaan ini bisa ditempuh dengan waktu 1,5 jam perjalanan dari wilayah Kota  Tasikmalaya. Tiba di Kecamatan Singaparna, perjalanan dilanjutkan dengan tujuan kampung Mageung Desa Sirnasari Kecamatan Sariwangi. Dari kampung itu, hanya butuh 700 meter menuju lokasi jembatan akar santoaan dengan terlebih dahulu melawati pematang sawah.

Mugni (40) warga kampung Tataru menuturkan, jembatan akar santoaan dibuat pada 20 tahun lalu dengan bergotong royong menyatukan akar dari pohon karet yang saling berhadapan dengan menggunakan kawat.

“Lama-lama akarnya itu saling mengikat satu sama lain, karena pohon ini masih berkembang atau hidup. Awalnya untuk sarana penyebarangan warga karena harus melintasi sungai, “ kata Mugni, Sabtu (9/11/2019).

Guna memudahkan dalam melintasi jembatan akar, warga juga memasang beberapa ikat bambu sebagai alas jembatan. Jembatan santoaan ini pun kini bermanfaat dipakai warga untuk berbagai keperluan baik membawa hasil pertanian maupun penyebarangan siswa bersekolah.

“Panjangnya sekitar 10 meter, kalau untuk pohonnya warga disini biasa menyebut karet kebo. Alhamdulilah jadi bermanfaat, “ kata Mugni.

Ditemui terpisah, Dayat (38) tokoh pemuda desa Tenjonagara menuturkan, meski kabar adanya akar sentoaan baru sebatas postingan beberapa warga di media sosial, namun sudah banyak warga dari wilayah lain yang penasaran dan mendatangi jembatan akar santoaan. Mereka datang dari Kota Tasikmayaa, Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis hingga Kabupaten Banudung.

“Biasanya mereka penasaran, mereka itu disebutnya suka berpetualngan jadi sengaja kesini hanya ingin melihat jembatan akar. Kalau untuk destinasi wisata kita juga sedang merancang konsepnya seperti apa, kalau hanya menjual kondisi jembatan sepertinya tidak mungkin," kata Dayat.

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar