Yamaha Aerox

Kampung Gajah Barang, Kampung Perajin Sapu Ijuk

  Sabtu, 30 November 2019   Irpan Wahab Muslim
Perajin Sapu Ijuk, Idik, sedang membuat sapu ijuk di balai kerja depan rumahnya di Gajah Barang, Desa Ciawang, Kecamatan Leuwisari. (Ayotasik.com/Irpan Wahab)

LEUWISARI, AYOTASIK.COM -- Sapu ijuk merupakan alat sederhana untuk membersihkan rumah. Jauh sebelum alat modern seperti vakum cleaner hadir, sapu ijuk sudah eksis lebih awal. Di setiap rumah warga, pasti terdapat satu atau dua sapu ijuk untuk bersih-bersih rumah.

Sebagian masyarakat, tentu belum tahu asal muasal sapu ijuk. Masyarakat hanya tahu membeli sapu ijuk di pasar dan warung-warung. Ayotasik.com mencoba menelusuri asal mula sapu ijuk. Ternyata kampung Gajah Barang dan Bojongsari Desa Ciawang, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, merupakan sentra sapu ijuk.

Di kampung yang memiliki 3 RW dengan jumlah penduduk lebih dari 400 orang ini, hampir 75 persen warganya berprofesi sebagai pengrajin sapu ijuk.

Di setiap sudut kampung, banyak ditemukan masyarakat yang sedang memproduksi sapu ijuk. Baik memotong ijuk, menganyam, menyeluk, dan menyisir.

Dari penelusuran itu, Ayotasik.com bertemu dengan Idik (48) salah seorang perajin sapu ijuk. Bersama istrinya Enung (40), Idik saat ditemui dengan melakukan proses demi proses pembuatan sapu ijuk. Idik yang sudah 20 tahun menjadi pengrajin sapu ijuk ini menuturkan, membuat sapu ijuk butuh kesabaran dan ketelitian, karena berkaitan dengan kualitas dan kekurangan sapu ijuk.

"Awalnya, ijuk itu dipilah dulu, selanjutnya dipotong dan dimasukkan rotan sebagai pegangan sapu, setelah itu  dianyam biar kuat atau ngarut, dan selanjutnya diseluk dan disisir atau finishing, "kata Idik, Sabtu (30/11/2019).

Dalam sehari, Idik dibantu istrinya itu bisa memproduksi 10 buah sapu ijuk. Pemasarannya sendiri dikirim ke sentra kerajinan Rajapolah, Pasar Singaparna, dan Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya. Bahkan, kualitas sapu ijuk hasil karya Idik ini banyak diminati oleh masyarakat.

"Ada yang datang langsung ke rumah, beli 10 buah ada juga hanya dua buah. Kita layani saja eceran juga. Kalau ke toko biasanya kirim satu kodi atwa 20 buah, " ucapnya.

Pengrajin lainnya, Tedi (40) menuturkan, untuk harga sapu ijuk hasil masyarakat, dipatok dengan harga Rp270.000/kodi hingga Rp350.000/kodi.

Harga ini akan berubah tergantung momen terlebih jika hari raya Idulfitri.

"Kalau hari raya, bisa mencapai Rp400.000 per kodi. Hari-hari biasa mah standar saja harganya," ujarnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar