Yamaha Aerox

Penamaan Sejumlah Kampung di Leuwisari Berdasar Kebataraan Galunggung

  Senin, 02 Desember 2019   Irpan Wahab Muslim
Tugu Kampung Parigi. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

LEUWISARI, AYOTASIK.COM -- Di Desa Linggawangi dan Desa Linggamulya, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, terdapat beberapa kampung yang konon penamaannya berdasarkan pada perjalanan Kebataraan Galunggung. Terlebih kampung –kampung itu berada di dekat Prasasti Geger Hanjuang yang dipercaya sebagai cikal bakal Tasikmalaya saat ini.

Salah seorang warga sekitar, Ijang (40) mengatakan, penamaan Lembur Bolodog, Rawa Kalieung, Sindangraja, Dago, Parigi, dan Blok Sawah Rumantak sangat erat kaitannya dengan Kebataraan Galunggung.

"Ya, kata orang tua dulu, semua nama daerah itu sangat erat kaitannya dengan Kerajaan Galunggung. Di mana saat itu saat kerajaan, mereka saling berkunjung satu sama lain. Dan kampung-kampung itu adalah daerah di mana saat kerajaan lain yang bertamu ke Kerajaan Galunggung," ucapnya kepada Ayotasik.com belum lama ini.

Kampung Rawa Kalieung misalnya, berawal dari kalimat angkleung-angkleung atau diiring-iring, saat pasukan kerajaan lain yang akan bertamu ke Kerajaan Galunggung diangkleung-angkleung oleh penduduk setempat sebagai upaya penyambutan. Lama-lama kalimat angkleung menjadi Kalieung.

Sebelum masuk kraton setelah penyambutan, para tamu kerajaan pun menunggu di sebuah tempat yang masuk wilayah kraton yang saat ini bernama Kampung Sindangraja. Setelah itu raja mulai berangkat ke tempat pusat pemerintahan atau kraton yang dinamakan Rumantak.

“Rumantak sampai saat ini tak berubah tetap bernama Blok Persawahan Rumantak, tempat ditemukannya prasasti Batu Angon dan Batu Garu,” tambahnya.

Selama pertemuan Raja Galunggung dengan tamu dari kerajaan lain, pasukannya tak diperbolehkan masuk. Mereka menunggu di suatu lapangan bernama pandagoan. Ada di antara mereka yang bercengkrama dengan penduduk, dan ada pula yang berlatih kemahiran atau adu jogol. Lama-lama daerah itu hingga kini bernama Situ Jogol di Kampung Dago, Desa Linggamulya.

"Nah nama Parigi, itu artinya parit atau sungai kecil yang mengelilingi kerajaan di Rumantak. Parit yang mengelilingi itu berfungsi sebagai pertahanan jika ada serangan dari kerajaan lain. Dan sampai saat ini, di Parigi ada dua sungai kecil yakni Ciompo dan Cisela. Dua sungai itu mengelilingi Blok Sawah Rumantak saat ini," ucapnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar