Yamaha Aerox

Karena Salah Perencanaan, Lima RS di Tasik Kepalang Tak Terealisasi

  Selasa, 03 Desember 2019   Irpan Wahab Muslim
Ilustrasi rumah sakit. (med device)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto mengakui bahwa tuntutan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk memiliki rumah sakit di lima titik kemungkinan tidak akan terealisasi.

Tidak tercapainya program ini dikarenakan masalah tahapan yang dinilai perlu waktu cukup lama. Selain itu, dalam RPJMD yang disepakati bersama DPRD pada tahun 2015 tersebut, dinilai perencanaannya memang kurang tepat.

AYO BACA : Komisi 4 Pertanyakan Konsistensi Pemkab Tasik Terhadap RPJMD

“Dulu kurang tepat dalam perencanaan awal, “ katanya singkat, Selasa (3/12/2019).

Ade mengakui bahwa kemungkinan tidak terealisasinya pembangunan rumah sakit di lima titik itu karena kelemahan pemerintah serta ketidakmampuan pemerintah dalam penyediaan lahan.

AYO BACA : PD Usaha Pertambangan Kabupaten Tasik Minim Pendapatan

Penyediaan lahan itu, lanjut Ade, berkaitan dengan anggaran. Sedangkan anggaran pemerintah mengacu Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tasikmalaya sangat terbatas.

“Dalam penyediaan lahan itu harus menyusun DED, kedua harus ada rintisan rumah sakit selama dua tahun. Sehingga kalau dihitung di 2020 berarti harus dirintis di 2015, sudah harus melaksanakannya,“ ungkapnya.

Dengan tidak dibangunnya lima rumah sakit itu, pihaknya saat ini beralih fokus pada peningkatan status puskesmas. Tujuannya, pelayanan kesehatan di puskesmas mendekati rumah sakit.

AYO BACA : Kesadaran Donor Darah di Kabupaten Tasikmalaya Meningkat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar