Yamaha Aerox

Hitungan Jam, Kantor Desa dan Sekolah di Tasik Disatroni Maling

  Selasa, 03 Desember 2019   Irpan Wahab Muslim
Olah TKP di lokasi tempat maling datang. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

CIGALONTANG, AYOTASIK.COM -- Hanya berselang tidak lebih dari dua jam, ruangan guru serta kantor tata usaha di SMP 2 Cigalontang dan Kantor Desa Tenjonagara, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, disatroni pencuri. Setidaknya pencuri berhasil membawa sejumlah barang bila diuangkan mencapai Rp145 juta.

Dari data dihimpun Ayotasik.com, pencurian pertama terjadi di SMP 2 Cigalontang pada Senin (2/12/2019) sekitar pukul 04.30 WIB. Aksi itu pertama kali diketahui penjaga sekolah yang juga merangkap sebagai petugas kebersihan. Yuli, penjaga itu, kaget melihat isi ruangan tata usaha dan ruangan guru sudah berantakan.

“Yuli itu langsung melapor ke kepala sekolah, dan kepala sekolah melapor ke kita,“ kata Kanit Reskrim Polsek Cigalontang Bripka Dwi Santosa, Selasa (3/12/2019).

Setelah mendapatkan laporan, kata Dwi, pihaknya dibantu tim Inafis dari Polres Tasikmalaya melakukan olah tempat kejadian perkara.

Hasil pemeriksaan petugas dan pihak sekolah, setidaknya dua unit komputer merek Asus, dua unit proyektor merek Epson dan Benq, satu unit cloud face interactive merek Touch U, satu unit printer merek Epson, satu unit mikrofon merek Toa, dan uang tunai senilai Rp400.000 berhasil digondol.

“Jika ditotalkan dengan uang, pihak sekolah mengalami kerugian sebesar lebih kurang Rp128.0680.000,“ tambahnya.

Kurang dari dua jam setelah kejadian itu, lanjut Dwi, pihaknya juga menerima laporan pencurian dari petugas kebersihan Desa Tenjonagara. Diperkirakan, pencurian terjadi sekitar pukul 06.00 WIB.

Dari kantor desa itu, pencuri menggasak satu buah proyektor Epson EB.X 400 dari ruang kerja sekretaris desa, dua monitor AOC LCD, satu buah monitor LG, printer L360, notebook Acer, dan laptop bermerek HP dengan total kerugian kurang lebih senilai Rp17.507.500.

“Hasil olah TKP kita di dua tempat itu, modusnya hampir sama, yakni merusak daun jendela kemudian pelaku masuk ke beberapa ruangan," terangnya.

"Selain itu juga, pelaku merusak kunci gembok yang ada. Kita masih lakukan pengejaran kepada pelaku yang diperkirakan lebih dari empat orang dan pelakunya sepertinya sama antara kejadian di sekolah dan di kantor desa,“ ucapnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar