Yamaha Aerox

10 Tahun Diajukan, Ruang Kelas Rusak Tak Kunjung Diperbaiki

  Selasa, 03 Desember 2019   Irpan Wahab Muslim
Salah satu ruang kelas SDN Sirnasari yang berlokasi di Kampung Rancapendeuy, Desa Sirnasari, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, dalam keadaan kurang baik. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SARIWANGI, AYOTASIK.COM -- Seakan tidak ada habisnya, kondisi bangunan sekolah yang rusak terus bermunculan hampir di setiap kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya seolah belum bisa memprioritaskan perbaikan sarana dan prasana pendidikan sebagai urusan wajib yang harus diselesaikan.

Selain ruang kelas di SDN 1 Ciawang di Kecamatan Leuwisari dan SDN 1 Cipakat di Kecamatan Singaparna, ruang kelas yang rusak dan memprihatinkan juga dialami SDN Sirnasari yang berlokasi di Kampung Rancapendeuy, Desa Sirnasari, Kecamatan Sariwangi.

Sedikitnya terdapat 17 murid kelas IV dan sang guru kelas setiap hari harus belajar di bawah ancaman ambruknya plafon ruang ruang kelas. Untuk mencegahnya, pihak sekolah menopang atap ruang kelas dengan sejumlah balok kayu dengan harapan atap kelas yang telah lapuk tidak menimpa siswa dan guru yang sedang belajar.

"Setiap hari kami dihantui kehawatiran, atap kelas yang ambruk. Kami berharap kelas kami ini diperbaiki, sehingga lebih nyaman dan aman," kata salah satu murid kelas IV, Nurul Aulia Putri, Selasa (3/12/2019).

Guru kelas IV SDN Sirnasari, Sovie Fauzi Syarif mengatakan, pada saat belajar siswa dan dirinya dihantui was-was dan tidak tenang. Sebab pernah juga plapon berjatuhan dari atap kelas sehingga pihak sekolah berinisiatif menopangnya dengan balok kayu.

Tidak hanya diserang pelapukan, atap genting ruang kelasnya juga sudah pada bocor sehingga setiap kali hujan, meja-kursi di kelas menjadi basah atau malah banjir. Proses belajar siswa pun terpaksa di pindah ke teras kelas walau sempit.

"Kalau hujan maka kelas bocor, dan lantai jadi licin. Harapannya secepatnya dapat bantuan renovasi lebih layak, supaya anak-anak lebih nyaman dalam belajar," jelas dia.

Ditemui di tempat sama, operator SDN Sirnasari Irwan Sohibul Muin mengatakan, sudah berapa kali pihaknya mengajukan perbaikan ruang kelas baik secara manual maupun online melalui Dapodik.

Namun hingga saat ini belum ada realisasi, sehingga ruang kelas makin lama dimakan pelapukan. Selain ruang kelas IV, kerusakan juga terjadi di ruang kelas V dan VI, meski di dua ruang kelas ini tidak separah di kelas IV.

"Kerusakan parah diketahui tiga tahun terakhir, di mana sempat jatuhnya plapon. Rangka di atas sudah tidak layak lagi sehingga kami terpaksa menobang pakai kusen kayu," ujarnya.

Baru-baru ini, pihak UPT pendidikan sempat datang dan mendokumentasikan ruangan kelas yang rusak. Meski belum ada kepastian kapan akan dilakukan rehabilitasi pada bangunan yang dibuat 10 tahun lalu itu, namun mereka mengaku bakal mengusulkan perbaikan dilakukan di tahun 2020.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar