Yamaha

Miris, 232 Bangunan Madsarah Ibtidaiyah di Tasikmalaya Rusak

  Kamis, 05 Desember 2019   Irpan Wahab Muslim
Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mis Cileunjang di Desa Campakasari, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Kepala Seksi Pendidikan Madrasah pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya Surya Mulyana mengatakan, jumlah ruang Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang mengalami kerusakan di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 232 sekolah.

"Yang mengalami rusak berat kurang lebih ada 3 sekolah, rusak sedang 30, sementara sisanya mengalami rusak ringan," ungkapnya, Kamis (5/12/2019).

Ditambahkan Surya, bagi MI yang ingin mengajukan bantuan ruang kelas baru (RKB) bisa mengajukan melalui Sistem Informasi Sarana dan Prasarana (SIM Sarpras). Aplikasi ini, kata Surya, merupakan sistem baru yang diluncurkan Kemenag sebagai upaya transparasi dan akuntabilitas bantuan pengembangan dan pemeliharaan madrasah.

AYO BACA : Siswa MI di Tasik Terpaksa Belajar di Gubuk Bambu

Sarana dan prasarana SIM Sarpras ini bisa diakses setiap madrasah untuk mengajukan permohonan penambahan maupun perbaikan sarana dan prasarana seperti ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, dan lain-lain.

"MI dalam hal ini dituntut untuk melaporkan sedetai-detailnya tentang keadaan sarpras sekolah. Kemudian menulis permohonan lewat aplikasi ini. Nantinya permohonan akan masuk terlebih dahulu ke akun SIM Sarpras Kabupaten Tasikmalaya untuk diverifikasi," paparnya.

Setelah itu, kata dia, pengajuan bantuan RKB tersebut akan dikirim ke penanggung jawab SIM Sarpras Provinsi Jawa Barat. Kemudian diverifikasi ulang dan terakhir ke SIM Sarpras Pusat sebagai pemegang wewenang untuk menindaklanjuti permohonan yang diajukan madrasah bersangkutan.

AYO BACA : 146 Bangunan di Puspahiang Rusak Akibat Pergeseran Tanah

"Intinya, SIM Sapras ini untuk memudahkan dalam proses pengajuan bantuan. MI yang ingin mengajukan bantuan cukup dengan memilih jenis bantuan yang akan diajukan. Tidak diperlukan kembali membuat proposal dalam bentuk hardcopy," katanya.

Dia menjelaskan bahwa syarat utama MI bisa mengajukan bantuan hanya bagi yang sudah terdaftar di EMIS SDM dan sudah melakukan entry data.

“Karena data yang digunakan untuk dasar penilaian bantuan sarpras diambil dari EMIS SDM," paparnya.

Pendataan EMIS SDM, kata dia, merupakan hal penting dilakukan dan dikerjakan setiap MI di bawah naungan Kemenag.

"Sebab pendataan EMIS SDM ini digunakan sebagai dasar penyaluran dana BOS pada setiap MI," tuturnya.

AYO BACA : 10 Tahun Diajukan, Ruang Kelas Rusak Tak Kunjung Diperbaiki

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar