Yamaha

Masalah Identitas Buat 33 Anak di Tasik Sulit Mendapat Layanan Pemerintah

  Kamis, 05 Desember 2019   Irpan Wahab Muslim
Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto bersama sejumlah anak yang mengalami kesulitan mengurusi administrasi kependudukan. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

CISAYONG, AYOTASIK.COM -- Karena masalah identitas, 33 anak asal Kecamatan Salawu dan Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, tidak bisa mendapatkan pelayanan pembuatan administrasi kependudukan dan mengakses fasilitas pemerintah.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto mengatakan, anak-anak itu sekarang ditampung dalam satu yayasan yang memiliki sekolah dasar dan pesantren di Kecamatan Salawu. Sebagian di antara para anak itu, ada yang sudah menginjak usia pendidikan setingkat SMP dan SMA. Mereka ditampung di salah satu yayasan daerah Mangunreja.

"Saat ini mereka krisis identitas karena tidak memiliki akta kelahiran sehingga tidak bisa meneruskan sekolahnya," ujar Ato, Kamis (5/12/2019).

Ato menjelaskan, selain tidak memiliki akta kelahiran, sejumlah anak tersebut tidak memiliki nomor induk kependudukan dan tak diketahui kedua orang tuanya.

Diketahui, ada anak yang orang tuanya bercerai, tapi pernikahannya pun berstatus siri. Ada juga yang kedua orang tuanya ada, tapi hasil dari pernikahan siri yang tidak dicatatkan di dalam KUA.

"Itu yang kemudian hari ini mereka tidak bisa menikmati dan mengakses fasilitas dari pemerintah seperti PKH, KIS, KIP dan administrasi kependudukan," katanya.

Dengan adanya temuan itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Disdukcapil dan Pengadilan Agama setempat.

"Hasil dari pendalaman juga bahwa di Desa Kutawaringin masih banyak anak-anak yang tidak memiliki akta kelahiran yang diakibatkan oleh orang tuanya menikah tidak dicatatkan KUA. Besok kita akan langsung melakukan komunikasi dengan Disdukcapil Kabupaten Tasikmalaya, supaya persoalan ini bisa ditindaklanjuti," ucapnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar