Yamaha

Dinkes Tasik Beberkan Sejumlah Proyeksi Kesehatan 'Tasik Hade'

  Jumat, 06 Desember 2019   Irpan Wahab Muslim
Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya menggelar rapat koordinasi teknis bidang kesehatan masyarakat atau kesmas yang diselenggarakan di Hotel Grand Metro, Kota Tasikmalaya, tanggal 5-6 Desember 2019. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya menggelar rapat koordinasi teknis bidang kesehatan masyarakat atau kesmas yang diselenggarakan di Hotel Grand Metro, Kota Tasikmalaya, tanggal 5-6 Desember 2019.

Kegiatan ini melibatkan perwakilan 40 puskesmas se-Kabupaten Tasikmalaya, masing-masing terdiri dari bidan koordinator, pengelola program kesehatan keliling atau kesling, pengelola program gizi, dan pengelola program promosi kesehatan atau promkes.

"Beberapa tahun terakhir ini capaian-capaian kita sangat membanggakan, bahkan salah satunya menghantarkan kepada prestasi kabupaten sehat di tingkat nasional yakni Swasti Saba Padapa. Tentunya ini semua berkat kerja tim untuk membangun masyarakat Kabupaten Tasikmalaya lebih sehat menuju Tasik Juara," tutur Plt Kepala Dinas terkait, Faisal Soeparyanto, Jumat (6/12/2019).

Faisal menyatakan bahwa dinasnya memiliki target-taget besar yang harus dicapai dan perlu kerja sama antar aparatur kesehatan, mulai dari tingkat puskesmas hingga kabupaten, yakni dengan sinergitas dan kolaborasi untuk percepatan pembangunan kesehatan menuju "Tasik Hade". Hade atau hebat dalam pelayanan, hade dalam program, dan hade dalam berbagai aspek sehingga tercipta masyarakat sehat.

"Untuk angka kematian ibu (AKI) hari ini masih di angka 19 dan tahun sebelumnya di angka 29. Tahun depan harus di bawah 10, ini target kita," ungkapnya menuturkan salah satu target. Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB), saat ini jumlahnya mencapai 153 kasus. Sementara tahun sebelumnya mencapai 250 kasus. Tahun depan, dinasnya menargetkan AKB harus di bawah 50 kasus.

Target lainnya yakni Open Defecation Free (ODF). Tahun depan diproyeksikan Tasikmalaya harus menjadi kabupaten ODF alias terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan (BABS) . Maka dalam hal ini petugas kesling harus getol mengampanyekan ODF.

Lalu pada tahun 2023 mendatang, diproyeksikan angka stunting atau bayi gagal tumbuh untuk seluruh kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, kasusnya harus di bawah 20%.

"Kita optimis, dengan sinergitas yang kuat maka target-target tadi akan tercapai dengan baik. Apalagi kita berhadapan dengan agenda besar Bupati Tasikmalaya dengan 119 Tasik Gesit yang harus sukses," ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar