Yamaha

(Kaleidoskop) Kejadian Menggemparkan di Tasikmalaya Sepanjang 2019

  Rabu, 18 Desember 2019   Irpan Wahab Muslim
Kemunculan curug dari kawah Gunung Galunggung, Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Selama tahun 2019, sejumlah peristiwa menarik perhatian warga terjadi di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Untuk mengingatkan kembali, Ayotasik.com merangkumnya menjadi kaleidoskop bertajuk "Kejadian yang Menggemparkan Tasikmalaya Sepanjang 2019".

1. Warga Kocar-kacir karena gudang plastik terbakar

kebakaran-tasik

(Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

Sebuah gudang penyimpanan plastik di Jalan Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, 16 Januari 2019. Petugas pemadam kebakaran terus berusaha memadamkan kobaran api, sementara pegawai gudang berusaha mengevakuasi plastik dari dalam gudang.

Akibat kebakaran ini, sejumlah warga yang kebetulan rumahnya berdekatan dengan lokasi kebakaran langsung panik dan berlarian menyelamatkan harta benda sebelum ikut dilalap si jago merah. Untuk memadamkan api, setidaknya dibutuhkan waktu lebih dari 4 jam dengan menerjunkan 6 unit mobil pemadam kebakaran

2. Dijodohkan orang tua, HF hilang sampai 4 bulan

coeg

Ilustrasi (pixabay)

Diduga menolak dinikahkan dengan pilihan orang tua, seorang gadis inisial HF (18) meninggalkan rumah sejak November 2018 lalu. Hilda yang merupakan warga Cijambu, Desa Cikawung, Kecamatan Pancatengah, tersebut berangkat dari rumah tanpa pamit kepada orang tuanya.

Dihubungi melalui sambungan telepon, Ibu kandung HF menuturkan, setelah meninggalkan rumah, ia dan keluarga berupaya mencari keberadaan putrinya tersebut. Upaya yang dilakukan yakni menghubungi teman sekolah dan pihak-pihak lain, namun belum membuahkan hasil.

Putrinya tersebut meninggalkan rumah dua pekan menjelang dinikahkan dengan lelaki pilihan orang tua yang tak lain adalah tetangganya. Sang ibu menduga HF pergi tanpa pamit karena menolak dijodohkan. Untungnya, HF ditemukan empat bulan kemudian pascapergi dari rumahnya di wilayah Buah Batu, Kota Bandung.

3. Pelajar tewas di tangan orang tua lawan

whatsapp-image-2019-10-22-at-17-43-55

Ilustrasi (shutterstock)

Seorang pelajar inisial FAA (16) asal Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, tewas setelah terlibat perkelahian dengan orang tua salah satu remaja yang berseteru dengannya. FAA tewas dengan meninggalkan luka di bagian kepala yang diduga merupakan luka benturan dengan aspal.

Perkelahian itu bermula, saat korban bersama belasan temannya mendatangi remaja tersebut di salah satu kampung di Kecamatan Singaparna, 7 Maret 2019. Namun saat di lokasi, FAA malah terlibat perkelahian dengan ayah remaja yang dicari korban beserta temannya.

4. Helikopter jatuh di perbukitan

img-20190316-163210-800x600-600x450

(Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

Helikopter nomer lambung PK EAH jatuh di Kampung Situhiang, Desa Sirnaputra, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, 16 Maret 2019. Lokasi jatuhnya pesawat berada di perbukitan sehingga menyulitkan proses evakuasi, baik korban maupun badan pesawat.

Salah seorang saksi, Erry Purwanto mengatakan, sebelum jatuh, helikopter itu sempat oleng dan terbang rendah. Dalam hitungan detik terdengar suara dentuman dari arah perbukitan.

Jatuhnya pesawat sempat menjadi tontotan warga dan viral di media sosial. Proses evakuasi bangkai pesawat nahas tersebut bahkan membutuhkan waktu satu pekan.

5. Air terjun tebing Gunung Galunggung

ter1

(Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

Warga Tasikmalaya dihebohkan dengan kemunculan aliran air mirip air terjun dari tebing kawah Gunung Galunggung di Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, 28 Maret 2019. Bahkan, video kemunculan air terjun itu sudah menyebar luas dari aplikasi perpesanan hingga ke sejumlah platform media sosial.

Petugas berwenang mengungkapkan bahwa aliran air yang turun berasal dari tebing barat daya gunung. Aliran air itu sudah lama terjadi. Namun kemunculannya hingga terlihat jelas, diduga karena adanya penggerusan dinding oleh aliran air Kawah Guntur yang berada di atas dinding.

Walau tak sedikit orang-orang ingin mengabadikan momen itu, warga setempat malah ada yang memilih mengungsi dan pedagang di sekitar kawah menutup sementara usahanya.

 

6. Ibu sakit malah mendapatkan obat kadaluwarsa

 

obat

Ilutrasi (pixabay)

Berniat untuk menyembuhkan penyakit jantung yang sudah diderita bertahun-tahun lamanya, Anah (47), warga Kampung Babakan Putat, Desa Deudeul, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, justru mendapatkan obat kadaluwarsa dari petugas kesehatan dari Puskesmas Puspahiang, 18 September 2019.

Seusasi diperiksa dan pulang ke rumah, Anah melihat pada salah satu obatnya tertulis tulisan tanda kadaluwarsa. Kejadian itu mendapat perhatian dari berbagai kalangan karena dinilai petugas kesehatan puskesmas begitu teledor melayani pasien dan menyarankan evaluasi apoteker di puskesmas, demikian seperti diutarakan salah seorang anggota legislator setempat.

Evaluasi itu pun kemudian dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk dengan melakukan pembinaan kepada apoteker puskesmas. Tak sebatas di puskesmas terkait yang melakukan kelalaian, namun seluruh apoteker di lingkungan puskesmas Kabupaten Tasikmalaya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar