Yamaha

(Kaleidoskop) Objek Wisata Paling Hits Tasikmalaya Tahun 2019

  Sabtu, 21 Desember 2019   Irpan Wahab Muslim
Curug Paraga.

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM – Tasikmalaya mempunyai banyak tempat wisata yang tidak akan ada habisnya. Mulai dari wisata alam, religi hingga wisata pantai. Berikut ayotasik.com sajikan beberapa tempat wisata yang hits di Tasikmalaya yang patut anda coba menghabiskan waktu liburan bersama keluarga.

1.   Curug Paraga
Curug Pagara berada kampung Bambayang Desa Mandalahayu Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya, potensi wisata ini bahkan terbilang masih jarang dikunjungi oleh wisatawan. Meskipun membutuhkan waktu tempuh sekitar 3 jam, namun dijamin rasa lelah di perjalanan akan terbayarkan oleh keindahan curug paraga.

Dilokasi curug, pengunjung bisa bermain air karena debit air tidak terlalu deras. Dilokasi yang sama, pengunjung juga bisa berswafoto dengan latar belakang curug, aliran sungai berwarna hijau dan bebatuan yang tertata rapi.

2.   Curug Batu Blek Hanoman
Curug atau air terjun yang tak kalah indahnya yakni curug batu blek hanoman yang berada di Desa Santanamekar Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya. keunikan curug batu blek ini yakni dua buah curug berdampingan yang berasal dari dua aliran sungai yang berbeda.

Dengan tiket Rp 6.500/ orang, pengunjung bisa menikmati keindahan dan keunikan curug batu blek. Pengunjung juga bisa bermain air yang jernih dan berwarna kehijauan. Tiap akhir pekan, curug ini selalu dibanjiri oleh para pengunjung

3.   Jembatan Cirahong
Siapa yang tidak mengenal Jembatan Cirahong, Jembatan yang berfungsi sebagai rel kereta api ini berada di Desa Margaluyu Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Jembatan dibangun pada tahun 1893 oleh pemerintah Belanda dengan panjang 202 meter dengan tinggi 66 meter diatas aliran sungai Citanduy.

Jembatan Cirahong berada di perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis. Uniknya, bukan karena sebagai jalur kereta api. Jembatan Cirahong juga berfungsi sebagai jalur kendaraan. Namun karena sempitnya ruas jembatan, kendaraan harus bergiliran untuk melewati jembatan.

Saat melewati jembatan Cirahong, pengendara harus berhati-hati karena hanya beralasakan bantalan kayu. Bantalan kayu membentang sebagai alas ban kendaraan. Secara bergeliran, kendaraan seolah melewati lorong yang sangat panjang.

4.   Wisata Batu Mampar
Wisata Batu Mahpar di Desa Sukamulih Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya terus melakukan pembenahan untuk menarik pengunjung. Berbagai wahana dibuat untuk memanjakan para pengunjung. Selain Kolam Renang, Pengelola juga membuka wahana Outbon, Wahana Selfi, Wisata Curug dan Wahana gambar 3D.

selain menikmati suasa pegunungan dan berbagai permainan, wisata batu mampar juga menyuguhkan wisata sejarah yakni hampara lahar letusan Galunggung yang sudah mambatu. Tidak sedikit masyarakat berswafoto di lokasi batu tersebut karena bentuknya yang unik.

5.   Puncak Pelita
Menikmati keindahan alam dan hamparan wilayah Tasikmalaya bukan hanya bisa dilakukan di Objek wisata Galunggung, namun juga bisa dilakukan di Puncak Pelita yang berada di Desa Kertamukti Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya. Bahkan, di puncak pelita bisa menikmati samba berenang di kolam yang persis menghadap hamparan wilayah Tasikmalaya.

Hambaran wilayah Tasikmalaya berupa area persawahan, perkebunan dan pemukiman bisa dilihat dengan jelas dari atas puncak pelita. Tidak hanya itu, angin sepoy-sepoy dan udara khas pegunungan akan kita rasakan ketika berada di puncak pelita. Untuk mengunjungi puncak pelita sangat mudah, dari Jalan Ciawi – Singaparna, tujuan selanjutnya yakni Desa Kiarajangkung.

Berbagai fasiitas disediakan di puncak pelita, seperti warung-warung sederhana yang menjual makanan dan minuman. Selain itu bagi yang hobi serfie, disediakan beberapa spot yang unik dan cantik untuk diabadikan bidikan kamera seperti reflika perahu yang terbuat dari bamboo yang menjorok ke tebing.

6.   Jembatan Akar Cigalontang

Jembatan akar yang berada di kampung Tataru Desa Tenjonagara Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya berbeda dari jembatan pada umumnya. Jika jembatan lainnya dibangun dengan menggunakan besi maupun beton, namun jembatan penghubung dengan Kampung Kadugede Desa Sirnapurta ini terbuat dari akar pohon karet.

Jembatan yang berada diatas sungai Cibangun ini merupakan jembatan akar satu-satunya di Tasikmalaya. Jembataan yang diberi nama santoaan terbentuk dari dua pohon karet yang saling berhadapan di tepi sungai.

Menuju lokasi jembatan santoaan ini bisa ditempuh dengan waktu 1,5 jam perjalanan dari wilayah Kota  Tasikmalaya. Tiba di Kecamatan Singaparna, perjalanan dilanjutkan dengan tujuan kampung Mageung Desa Sirnasari Kecamatan Sariwangi. Dari kampung itu, hanya butuh 700 meter menuju lokasi jembatan akar santoaan dengan terlebih dahulu melawati pematang sawah.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar