Yamaha

Taman Ciwulan Tidak Terawat, Anggaran Miliaran Rupiah Mubazir

  Jumat, 10 Januari 2020   Irpan Wahab Muslim
Taman Ciwulan di komplek perkantoran Setda Kabupaten Tasikmalaya di Jalan Bojongkoneng, Kecamatan Singaparna. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Kumuh dan tidak terawat, kesan itu muncul pertama kali saat Ayotasik.com menyambangi Taman Wisata Ciwulan yang terletak di komplek perkantoran Setda Kabupaten Tasikmalaya di Jalan Bojongkoneng, Kecamatan Singaparna, Jumat (10/1/2020). Ilalang dan lumput liar yang tak terukur panjangnya tampak terlihat hampir di setiap sudut taman.

Beberapa spot foto seperti replika perahu berbahan bambu di lokasi itu pun sudah dalam kondisi rusak. Demikian pula dengan gazebo yang awalnya disiapkan untuk duduk santai menikmati keindahan aliran Sungai Ciwulan, tampak rusak dan tidak terawat

Awalnya, Taman Wisata Ciwulan dibangun digadang-gadang sebagai objek wisata air yang berpotensi dikunjungi banyak orang. Akses masuk yang begitu mudah serta suasana tempat yang begitu nyaman karena berada persis di aliran Sungai Ciwulan diyakini bisa mewujudkan potensi itu.

Namun nyatanya, Taman Wisata Ciwulan seperti tak bertuan. Tak tampak pengelola ataupun penanggung jawab yang merawat taman wisata yang konon menghabiskan anggaran Rp2,1 miliar itu.

Ironisnya lagi, karena berada di tempat paling ujung komplek perkantoran, Taman Wisata Ciwulan yang sepi kerap kali digunakan oleh pasangan muda-mudi memadu kasih. Asep Roni (36) warga di sekitar taman yang mengamini itu. Asep mengaku melihat beberapa kali pasangan muda-mudi tengah dimabuk asmara saat dirinya secara kebetulan tengah memancing di Sungai Ciwulan.

“Saya tiap hari disini mincing, belum pernah ada yang kesini. Kecuali hari minggu itu pun banyak anak muda yang ngadon buat pacaran, “ kata Asep kepada Ayotasik.com, Jumat (10/1/2020).

Asep pun prihatin karena rusaknya beberapa fasilitas taman, seperti anak tangga berbahan kayu atau kaca yang pecah. Berbagai fasilitas yang awalnya dibangun untuk memanjakan pengunjung dinilainya terlanjur mubazir.

“Sayang sih, padahal kalau dikelola dengan baik pasti ramai. Minimalnya ada geliat ekonomi bagi warga di sini misalnya buka warung kopi atau makanan ringan,“ ujarnya.

Amas (35), warga lainnya mengatakan, meski dirinya sempat beberapa kali melihat aktivitas perawatan pada Taman Wisata Ciwulan, namun belakangan, aktivitas itu urung dari perhatiannya.

Sepanjang matanya memandang, saat ia tengah berada di kawasan taman, hanya para pemancing yang sibuk bergelut dengan waktu, berharap mendapatkan ikan dari Sungai Ciwulan. Disamping itu, senada dengan Asep, para pemuda selalu tampak asyik memadu kasih di taman ini.

Sebagai warga, ia mengapresiasi pemerintah telah membuat taman yang dimanfaatkan orang banyak. Namun melihat kondisi seperti ini, dirinya pun berharap, pemerintah bisa mengembalikan kondisi taman, alih-alih lebih mengembangkannya lagi.

"Coba kalau dikembangkan, bisa lebih bagus,“ ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar