Yamaha

Naiknya Gaji Berdampak pada Kesehatan Mental

  Senin, 13 Januari 2020   Ananda Muhammad Firdaus
ilustrasi. (Pixabay)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Kenaikan gaji bisa sangat berdampak pada kesehatan mental seseorang. Melansir Himedik.com, sebuah studi baru menemukan adanya hubungan erat antara kebijakan keuangan dengan kesehatan mental seseorang.

Laporan yang diterbitkan dalam Journal of Epidemiology & Community Health menunjukkan bahwa menaikkan upah minimal sebesar senilai Rp27 ribu dapat mencegah puluhan ribu kasus bunuh diri pada periode 1990 hingga 2015.

Para peneliti lalu menarik perhatian ke Amerika yang menaikkan upah minimum di atas tingkat Federal selama 2 dekade terakhir.

Hasilnya menunjukkan bahwa menaikkan upah minimum senilai Rp13.749 menyebabkan penurunan tingkat bunuh diri sebesar 6% antara 2009 hingga 2015. Artinya, terdapat sekitar 14.000 lebih sedikit kasus bunuh diri.

Lalu, kenaikan gaji hingga Rp27 ribu disebut dapay mencegah hampir 26 ribu kasus bunuh diri di puncak pengganggu pada tahun 2009.

Terapis keuangan bersertifikat, Dr. Megan McCoy, mengatakan bahwa sejumlah kecil uang bisa mempunyai nilai berarti.

"Para peneliti menyebut bunuh diri itu kematian karena putus asa. Cukup menaikkan gaji seringkali membuat seseorang memiliki rasa pencapaian atau tujuan," ungkap Dr. McCoy, dikutip dari The Saxon.

Dia menambahkan, uang dan kesehatan mental saling terkait. Dr. McCoy juga mengatakan, stres keuangan bisa menyebabkan depresi berat dan pengeluaran impulsif.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar