Yamaha

Hingga 15 Januari, Ombak Tinggi Diprakirakan Melanda Laut Selatan Jawa

  Senin, 13 Januari 2020   Republika.co.id
Ilustrasi dampak gelombang besar -- Sejumlah lampu rambu suar di sepanjang pesisir pantai selatan dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan ombak besar dan angin kencang, Kamis (26/7/2018). (Hengky Sulaksono/Ayotasik.com)

CILACAP, AYOTASIK.COM -- Selama tiga hari ke depan, para nelayan atau para pengguna jasa kelautan di wilayah laut selatan Jawa, agar berhati-hati terhadap gelombang tinggi.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun meteorologi Cilacap, Jawa Tengah, menyebutkan pada 13-15 Januari 2020, gelombang laut berpotensi setinggi 2,5 meter hingga 4,0 meter.

''Potensi terjadinya gelombang tinggi ini dipicu adanya badai tropis di sebelah barat Australia. Badai ini memicu kecepatan angin di atas Samudra Hindia hingga 20 knot,'' jelas prakirawan di Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Feriharti Nugrohowati, Senin (13/1/2020).

Dia menyebutkan, peluang terjadinya gelombang tinggi, antara lain di perairan selatan wilayah Sukabumi hingga Pangandaran, serta perairan Cilacap hingga perairan selatan DIY, dan juga perairan selatan wilayah Jatim.

Menurutnya, ketinggian gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter tersebut, akan sangat membahayakan aktivitas pelayaran.

''Untuk perahu nelayan dengan perahu kecil, bila dihantam dengan gelombang laut setinggi 1,25 meter bisa berisiko tenggelam,'' jelasnya.

Sedangkan untuk kapal tongkang pengangkut batubara, menurut Feriharti, batas aman pelayaran adalah bila gelombang laut tidak melebihi 1,5 meter. Untuk kapal ferry, batas aman pelayaran adalah bila gelombang laut tidak lebih dari 2,5 meter.

Dia juga menyebutkan, ketinggian gelombang laut ini sejalan dengan kecepatan angin yang berhembus di atas samudera. Antara lain angin dengan kecepatan 15 knot akan menimbulkan gelombang lait setinggi 1,25 meter, kecepatan angin lebih dari 16 knot akan menimbulkan gelombang sekitar 1.5 meter, dan lebih dari 21 knot akan menimbulkan gelombang laut di atas 2,5 meter.

Untuk itu, pada para nelayan kecil di Cilacap yang menggunakan perahu kecil, agar lebih berhati-hati saat melaut. ''Bila terlanjur melaut dan angin bertiup cukup kuat, sebaiknya segera menepi ke pantai,'' katanya.

Demikian juga pada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir, agar lebih berhati-hati. ''Sebaiknya hindari berenang atau mandi di laut sekitar pada musim seperti sekarang ini,'' kata dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar