Yamaha

Dewan Pertanyakan Kebijakan Pemda Meningkatkan Penyerapan Anggaran

  Selasa, 14 Januari 2020   Irpan Wahab Muslim
Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Asep Sopari. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Legislator mempertanyakan kebijakan kenaikan penyerapan anggaran dari sebelumnya 35-40% pada bulan November 2019 menjadi 90-100% pada akhir Desember 2019 yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Lonjakan itu, dianggap tak bisa dinalar.

Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Asep Sopari menuturkan, bukan tidak setuju soal peningkatan angka penyerapan anggaran yang notabene berbanding lurus dengan implementasi pembangunan di lapangan.

"Tetapi persoalannya, apakah loncatan tersebut sebanding dengan fakta di lapangan dan bagaimana cara yang telah dilakoni pemda selama kurun waktu dua bulan lalu, logis, realistis, dan rasional?" kata Asep, Selasa (14/1/2020).

Eksekutif, kata Asep, menjadi aktor terjadinya peningkatan terhadap serapan anggaran. Untuk itu, pihaknya akan membawa pertanyaan tersebut di atas meja melalui rapat gabungan.

"Senin minggu (pekan) besok kita akan panggil tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) beserta seluruh kepala dinas termasuk bupati. Kita akan evaluasi secara menyeluruh dan akan kita pertanyakan dengan rinciĀ  terkait tingkat penyerapan anggaran tahun 2019 dan realisasinya terhadap pembangunan," tuturnya.

Jika evaluasi tentang serapan anggaran itu belum tuntas, tambah Asep, DPRD telah bersepakat untuk tidak membahas Rencana Kegiatan Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2021.

Lebih jauh politisi Partai Gerindra ini menagaskan, secara kelembagaan pihaknya akan langsung membedah persoalan ini dalam rangka pembuktian, bersama-sama bupati dan jajaran eksekutif.

"Kita di legislatif butuh penjelasan secara ilmiah dan rasional tentang terjadinya loncatan angka penyerapan anggaran. Kita akan pelajari itu dan juga melakukan mengecek output dari serapan anggaran tersebut bareng-bareng dengan eksekutif dalam hal ini TAPD dan SKPD terkait. Jika tidak ditemukan penjelasan rasional, berati ada sesuatu," ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar