Yamaha

Bawaslu Terima Masukan Upaya Pencegahan Politik Uang

  Selasa, 14 Januari 2020   Irpan Wahab Muslim
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tasikmalaya menggelar pertemuan dengan sejumlah kalangan untuk menerima masukan seputar kepemiluan, khususnya persoalan politik uang alias money politic, Selasa (14/1/2020). (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tasikmalaya menggelar pertemuan dengan sejumlah kalangan untuk menerima masukan seputar kepemiluan, khususnya persoalan politik uang alias money politic, Selasa (14/1/2020).

Pertemuan tersebut dihadiri di antaranya oleh Forum Kerukunan Umat Beragama, Dinas Sosial, Kesbangpol, KNPI, Komite Independen Pemantau Pemilu, pegiat gender, akademisi, asosiasi BPD, dan praktisi hukum.

Dalam pertemuan yang berlangsung hampir tiga jam tersebut, berbagai elemen memberikan masukan kepada Bawaslu terutama dalam persoalan money politic. Money politic dipandang sebagai perusak tatanan demokrasi dan mencederai jalannya pemilu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dodi Djuanda menuturkan, dalam pertemuan dibahas soal langkah-langkah untuk mencegah terjadinya money politic. Dodi menginginkan, money politic tidak sampai menjadi budaya di tengah masyarakat.

"Kami sengaja undang meminta masukan dari mereka apa langkah yang harus Bawaslu lakukan dalam rangka pencegahan politik uang," kata Dodi.

Dari berbagai masukan yang ditampung, kata Dodi, saran menggelar sosialisasi dan penguatan kesadaran masyarakat menjadi poin penting bagi pihaknya. Artinya, Bawaslu dituntut untuk lebih gencar menyampaikan seputar kepemiluan tak terkecuali bahaya politik uang kepada mayarakat.

"Utamanya yakni, kesadaran masyarakat akan bahaya politik uang itu ditingkatkan. Masyarakat jadi takut menerima politik uang, karena memang berdasarkan aturan pemberi dan penerima sama sama ada sanksinya," papar Dodi.

Di tempat yang sama, seorang akademisi yang hadir dalam acara, Asep M Tamam mengatakan, pencegahan politik uang harus dibangun sejak awal dan bukan hanya tanggung jawab Bawaslu.

Menurutnya, mencegah politik uang diharapkan melibatkan semua unsur termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan lainnya.

"Ini sangat bagus, jadi kita bertukar pikiran dan masukan. Intinya pencegahan politik uang merupakan kewajiban kita bersama bukan hanya tugas Bawaslu," ucapnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar