Yamaha

Administrasi Desa Tak Apik Sebabkan Penyairan Bankeu di Tasik Lambat

  Rabu, 15 Januari 2020   Irpan Wahab Muslim
Kantor Pemkab Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Pemilhan kepala desa (pilkades) di 211 desa di Kabupaten Tasikmalaya pada Oktober 2019, diperkirakan menjadi penyebab utama ketidaktuntasan pengadministrasian desa yang berakibat kepada tidak terserapnya bantuan keuangan (bankeu) untuk alokasi dana desa (ADD) yang bersumber dari anggaran perubahan Pemkab Tasikmalaya 2019.

AYO BACA : Dewan Tasikmalaya Kritisi Bankeu Desa yang Tak Terealisasi

"Kita akui saat itu ada pilkades serentak sehingga perangkat desa terkonsentrasi dan fokus untuk penyuksesan pilkades ketimbang menyelesaikan administrasi usulan bankeu ke pemkab," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Muhammad Zen, Rabu (15/1/2020).

AYO BACA : Pemkab Tasik Diingatkan untuk Hati-hati Memakai Bankeu

Ditambahkan Zen, sekalipun ada penjabat kades, dalam masalah ini, belum tentu mereka bakal mengerti kondisi permasalahan dan maupun berani mengambil kebijakan stategis karena urusannya terkait anggaran.

Dalam situasi tersebut, lanjut Zen, pemda tidak mungkin mengambil langkah gegabah sehingga berani menggelontorkan anggaran tanpa administrasi yang benar.

Untuk melanjutkan kesinambungan pembangunan di desa-desa, kata Zen, pada akhir Januari 2020 pihaknya berjanji, seluruh kegiatan pembangunan di semua leading sektor pembangunan akan dimulai.

"Akhir Januari atau maksimal awal bulan Februari 2020 nanti, seluruh program pembangunan akan mulai dilaksanakan. Semua tuntutan dari desa dan program pemerintah menjadi satu keharusan terwujud, dan kami dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk merealisasikan anggarannya," ujarnya.

AYO BACA : Indikator Turunnya Bankeu Rp744 Miliar untuk Pemkab Tasikmalaya Dipertanyakan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar