Yamaha

Diduga Perundungan, Anak Ibtidaiyah di Tasik Sampai Dirawat

  Jumat, 24 Januari 2020   Irpan Wahab Muslim
NF (11) diduga masuk rumah sakit akibat perundungan di sekolahnya. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Pelajar salah satu madrasah ibtidaiyah di Kabupaten Tasikmalaya diduga menjadi korban perundungan. NF (11), anak asal Kecamatan Bantarkalong itu, kemudian mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama (RS SMC) lantaran depresi.

Meski matanya terbuka, namun NF tidak bisa merespons komunikasi keluarga hingga petugas medis yang datang. Bahkan saat petugas KPAI Kabupaten Tasikmalaya mengajak bermain, NF tidak menunjukkan respons berarti.

"Ayo pulang nak, ayo jangan di sini main lagi yuks. Sekolah lagi yuk, nak," kata Ketua KPAI Ato Rinanto mengajak NF berkomunikasi saat menjenguknya, Jumat (24/1/2020).

Ato pun menduga NF mengalami depresi berat akibat perundungan di sekolahnya. Sejak kelas satu di madrasah tersebut, NF disebut kerap menjadi sasaran candaan.

"Sebelum jatuh sakit korban kerap menolak sekolah karena malu. Jadi ini diduga korban bully, yah. Kita akan investigasi ke sekolah dan lingkungan juga siswa," kata Ato.

Sementara itu, ibu NF, Eutik (45) mengatakan bahwa anaknya mengaku sering terkena perundungan teman sekelasnya, seperti alat bukunya yang disembunyikan, atau kena sindir miskin.

"Anak saya sering ngomong disembunyiin buku terus dikatain anak miskin," kata Eutik seraya berurai air mata.

Kondisi NF hingga saat ini disebut belum lepas dari masa kritis. Pihak medis pun belum bisa menjelaskan kemungkinan penyakit yang menderanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar