Yamaha

Bawaslu Kabupaten Tasik Panggil 3 ASN Terkait Aktivitas Politik

  Jumat, 31 Januari 2020   Irpan Wahab Muslim
Bakal Calon Bupati Cep Zamzam Dzulfikar saat hadir dalam undangan Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (31/1/2020). (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, ATOTASIK.COM -- Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya memanggil tiga bakal calon bupati yang berasal dari ASN terkait aktivitas politik yang dilakukan jelang Pilkada Kabupaten Tasikmalaya serentak 2020, Jumat (31/1/2020).

Ketiga bakal calon tersebut yakni Suryana sebagai PNS pada jabatan Kasubag Tata Usaha (TU) di Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tasikmalaya, Iwan Saputra sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan Cep Zamzam Dzulfikar Nur Staf di Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dodi Juanda menjelaskan, alasan mengundang tiga bakal Calon ASN itu, untuk mengingatkan dan menyampaikan aturan yang berkaitan dengan aktivitas politik yang dilakukan.

"Bukan untuk memberikan sanksi atau apa, tapi kita hanya merekomendasikan saja ke KASN melalui Bawaslu provinsi," kata Dodi, kepada wartawan.

Ditambahkan Dodi, pada PP Nomor 42 tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS, dalam pasal 11 huruf C, PNS dilarang melakukan perbuatan yang mengarah pada keberpihakan salah satu calon atau perbuatan yang mengindikasikan terlibat dalam politik praktis atau berafiliasi dengan parpol.

Kemudian, poin A menjelaskan PNS dilarang melakukan pendekatan terhadap partai politik terkait rencana pengusulan dirinya ataupun orang lain sebagai bakal calon kepala daerah atau wakil kepala daerah.

Poin C menjelaskan bahwa PNS dilarang mendeklarasikan dirinya sebagai bakal calon kepala daerah atau wakil kepala daerah. Poin D menjelaskan PNS dilarang menghadiri deklarasi bakal calon atau bakal pasangan calon kepala daerah/wakil kepala daerah dengan atau tanpa menggunakan atribut bakal pasangan calon atau atribut partai politik.

"Indikasinya sudah ada baligo dan umbul-umbul. Jadi ini sebagai dugaan pelanggaran kode etik," papar Dodi.

Ditemui di tempat sama, bakal calon bupati Tasikmalaya, Suryana mengaku, datang ke Bawaslu untuk menghadiri undangan dalam rangka klarifikasi tentang regulasi pilkada kaitan dengan ASN.

"Karena kita adalah ASN, memberikan warning agar tidak salah paham tentang aturan, ada multitafsir sehingga Bawaslu mengundang kita menjelaskan pasal aturan supaya tidak gagal paham," ucap Suryana.

Sementara itu, bakal calon bupati Tasikmalaya, Cep Zamzam Dzulfikar Nur mengatakan, ia bergerak melakukan sosialisasi melalui media baligo dan spanduk karena tidak memahami aturan tentang ASNĀ  terlebih PP nomor 42 tahun 2004.

"Sebelumnya saya tidak tahu, saya berpegang pada PKPU bahwa ASN boleh beraktifitas politik asal mengundurkan sejak ditetapkan calon oleh KPU. Bahwa mengundurkan diri itu setelah ditetapkan sebagai calon. " ujarnya.

Cep Zamzam menambahkan, setelah klarifikasi ke Bawaslu, pihaknya akan segera mengundurkan diri sebagai ASN. Rencananya akan dilakukan pada Rabu (4/2/2020) mendatang.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar