Yamaha

Warga Tasik Sudah Bisa Olah Sampah Jadi Barang Bernilai Ekonomi

  Selasa, 11 Februari 2020   Irpan Wahab Muslim
Miniatur motor buatan Anggara Maulana berbahankan sampah. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SARIWANGI, AYOTASIK.COM -- Kesadaran masyarakat Tasikmalaya terhadap masalah sampah kian hari kian membaik. Demikian seperti diperlihatkan Anggara Maulana (32), yang membuat buah tangan dengan memanfaatkan sejumlah jenis sampah.

Warga Mageung, Desa Sirnasari, Kecamatan Sariwangi, ini membuat sebuah karya berbekal limbah pipa plastik, bekas korek api gas, dan karet. Bahan-bahan itu digunakannya untuk membuat miniatur motor.

Berbagai jenis miniatur motor sudah pernah ia buat, mulai dari motor jenis klasik hingga modern. Hebatnya lagi, untuk merangkai itu, Anggara hanya menggunakan alat manual seperti pisau, gunting, tang, dan lem.

"Alhamdulilah sudah banyak pesanan, bahkan sampai ke Kalimantan, Batam, dan Bali. Kalau harga sesuai tingkat kesulitan, mulai Rp150 ribu sampai Rp500 ribu," papar Anggara, Selasa (11/2/2020).

Selain Anggara, pemanfaatan sampah juga dilakukan warga Legok Honje, di Desa dan Kecamatan Taraju. Warga berhasil mengubah sampah plastik menjadi paving blok. Keahlian warga ini didapat hasil memberdayakan dari Bumdes desa setempat.

Rini Sumarni (33) warga sekitar menuturkan, untuk satu paving blok setidaknya dibutuhkan 100-1200 lembar atau setara 3 kg plastik. Prosenya sangat mudah hanya memanaskah atau meleburkan plastik selanjutnya dimasukan kedalam cetakan.

"Tinggal nunggu hingga kering, lebih kurang lima menit. Keunggulannya juga lebih ringan daripada paving blok dari semen," kata Rini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar