Yamaha

Soal Penemuan di Batu Mahpar, Anton Charliyan Tolak Anggapan Cari Sensasi

  Rabu, 12 Februari 2020   Republika.co.id
Pemilik objek Wisata Batu Mahpar Anton Charliyan. (Youtube/Anton Charliyan)

LEUWISARI, AYOTASIK.COM -- Pemilik kawasan wisata Batu Mahpar, Kampung Tegalmunding, Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Irjen Pol (Purn) Anton Charliyan menolak anggapan bahwa penemuan patung-patung di lahan miliknya itu hanya untuk cari sensasi. Ia menegaskan, patung-patung itu memang ditemukan di kawasan itu, bukan sengaja ditanam.

Ia menjelaskan patung-patung itu sebenarnya telah ditemukan oleh para pekerjanya sejak 2013 di beberapa lokasi di kawasan Batu Mahpar. Lantaran sata itu ia berada di luar kota, para pekerjanya diinstruksikan untuk mengubur patung-patung itu di satu lokasi.

"Bukan (sengaja ditanam). Memang temuan di sini," kata Abah, sapaan Anton Charliyan, saat ditemui di Batu Mahpar, Rabu (12/2/2020).

Ia mengatakan, pada Ahad (9/2) para pekerjanya sengaja diminta untuk kembali menggali patung-patung yang telah dikubur itu. Niatnya, patung itu akan dijadikan koleksi museum yang akan dibuka di kawasan itu.

"Kebetulan mau buat museum, saya minta yang dulu dikubur digali lagi. Karena dulu saya tak pernah lihat. Begitu saya lihat, ternyata bagus. Ini kayaknya punya kolektor," kata dia.

Abah mengatakan, pihaknya tak ingin mencari sensasi atau menyesatkan sejarah. Ia hanya menemukan patung dan berharap patung-patung itu tak memilik nilai sejarah. Dengan begitu, ia dapat mengoleksi patung itu secara pribadi.

Ia menambahkan, untuk sementara pihaknya akan menyimpan patung-patung itu terlebih dahulu. "Biar kita tanya sama ahli patung. Semua biar ahlinya yang berbicara agar tidak timbul polemik," kata dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar