Yamaha

Pemkab Tasik Dorong Posyandu Lebih Mandiri

  Rabu, 12 Februari 2020   Irpan Wahab Muslim
Kegiatan pembinaan akbar kader posyandu se-Kabupaten Tasikmalaya di gedung Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (12/2/2020). (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Sedikitnya terdapat sekitar 2.300 posyandu di Kabupaten Tasikmalaya. 492 di antaranya sudah berada pada tingkat pratama, 1.113 tingkat madya, 542 tingkat purnama, dan 154 posyandu mandiri.

Tingkatan posyandu itu ditentukan oleh status bangunan posyandu serta peran aktif kader dalam kegiatan berposyandu serta jumlah kegiatan yang dikerjakan oleh posyandu itu sendiri.

Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto mengatakan, ke depan, seluruh posyandu di daerahnya harus berada di tingkatan purnama dan mandiri.Secara kelebihan, posyandu model ini memiliki bangunan sendiri, jadwal kegiatan yang terorganisir dengan lebih dari dua kali pelayanan dalam sebulan, serta inovasi pelayanan di luar pelayanan dasar.

"Kita akan lakukan revitalisasi posyandu. Pemerintah berusaha untuk memenuhi seluruh kebutuhan posyandu baik dari sisi pendanaan, pengadaan sarana maupun prasarananya termasuk menguatkan Sumber Daya Manusia (SDM) atau kader dari aspek wawasan dan pemahaman tentang pelayanan kesehatan bagi masyarakat dalam hal ini ibu dan anak," kata Ade seusai membuka acara pembinaan akbar kader posyandu se-Kabupaten Tasikmalaya di gedung Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (12/2/2020).

Ditambahkan Ade, posyandu merupakan wadah pemeliharaan kesehatan dasar yang dilakukan dari, oleh, dan untuk masyarakat yang dimbimbing oleh petugas kesehatan. Keberadaannya memiliki peranan penting antara lain dalam upaya menurunkan angka kematian bayi dan ibu, mengembangkan kegiatan kesehatan masyarakat, dan KB serta sebagai wahana gerakan reproduksi keluarga sejahtera.

"Maka posyandu ini harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. Insyaallah pada anggaran 2020 ini, kami secara bertahap menggulirkan bantuan untuk melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan posyandu, berupa alat untuk meningkatkan kinerja kader posyandu. Di antaranya timbangan, alat pengukur tinggi dan berat bada  bayi dan balita serta seragam bagi seluruh kader posyandu," paparnya.

Di tempat sama, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPMDP3A), Roni Ahmad Sahroni mengatakan, dalam rangka upaya mempertahankan dan meningkatkan kinerja para kader posyandu di daerah, maka perlu dilakukan pembinaan secara terpadu dan berkesinambungan.

"Sebagai langkah awal menuju peningkatan kinerja kader posyandu tersebut kami hari ini mengadakan pembinaan akbar kepada para kader posyandu se-Kabupaten Tasikmalaya dalam rangka revitalisasi posyandu agar lebih maju dan berprestasi," kata Roni.

Pembinaan akbar ini, terang Roni, untuk memotivasi para kader posyandu agar lebih meningkatkan kinerjanya. Kemudian untuk melihat kondisi posyandu yang kurang aktif pada tahun sebelumnya menjadi lebih aktif. Selain itu untuk menjalin kebersamaan di antara para kader posyandu dalam mendukung terwujudnya kesehatan ibu dan anak, terutama untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) di Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut Roni, AKB tahun 2019 di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 182 orang. Sedangkan pada tahun sebelumnya mencapai angka 250 orang. Sementara AKI pada tahun 2019 mencapai angka 23 dari angka 28 pada tahun 2018.

"Ini ada penurunan yang signifikan. Hal ini sejalan dengan keberhasilan capaian tingkat kesertaan KB tahun 2019 yang mencapai 72,53 persen, dari target 67 persen. Keberhasilan ini berkat dukungan semua pihak dan kerja dari para kader posyandu," ungkap Roni.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar