Yamaha

Penggiat Hukum Beberkan Faktor Aparat Desa Terjerumus Korupsi

  Jumat, 21 Februari 2020   Irpan Wahab Muslim
Ketua LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya Asep Abdul Ropik. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Penggiat hukum sekaligus Ketua LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya Asep Abdul Ropik prihatin terhadap beberapa kepala desa (kades) yang tersandung kasus dugaan korupsi. Ia menilai, ada beberapa faktor yang mendorong kades melakukan perilaku yang bertentangan dengan hukum itu.

Faktor-faktor penyebabnya, kata Asep, di antaranya dari sistem demokrasi itu sendiri. Menurutnya, para elit politik hanya memikirkan bagaimana bisa menang untung sehingga cara apapun di tempuh salah satunya money politic.

Faktor lainnya, dalam pemilihan kades, masyarakat cenderung mengarah pada pragmatisme dan tidak melihat substansi, kualitas, serta visi misi calon pemimpinnya yang penting "kaharti".

"Ketiga aturan atau perundang-undangan yang kurang tegas dalam mengimplemtasikannya ke tingkat bawah," papar Asep, Jumat (21/2/2020).

Faktor lainnya, kurang adanya good will dan political will dari eksekutif dan legislatif untuk menekan dan mengoptimalisai peran dan fungsinya. Kedua lembaga pemerintah itu malah terkesan atau cenderung sama-sama "bermain" di pusaran kepentingan tertentu. Hal-hal itu memicu terjadinya perbuatan dan keputusan kebijakan yang dapat merugikan masyarakat, negara, dan pelaku.

"Jadi tugas dan fungsinya tidak ada. Yang ada malah ikut bermain di dalam pusaran-pusaran praktik kotor itu," papar Asep.

Asep berharap, kasus yang menyeret kades ke meja hijau dijadikan renungan oleh semua pihak. Eksekutif maupun legislatif harus melakukan terobosan dan langkah-langkah antisipatif untuk meminimalisir kejadian yang serupa terjadi lagi di Kabupaten Tasikmalaya.

"Karena dari analisis dan data kita di lapangan kasus yang serupa bisa terjadi kembali di desa yang lain. Itu tidak menutup kemungkinan," ujar Asep.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar