Yamaha

Perencanaan Relokasi Pasar Singaparna Disebut Tak Profesional

  Selasa, 25 Februari 2020   Irpan Wahab Muslim
Pasar Singaparna. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Pemkab Tasikmalaya sepertinya tidak serius dalam merelokasi pasar dan terminal Singaparna. Padahal, kondisi pasar tampak tak layak. Belum lagi karena alasan keamanan, pasar rawan alami kebakaran. Pun demikian, Terminal Singaparna sering menjadi penyebab kemacetan.

Ketidakseriusan itu terindikasi dari perencanaan relokasi yang tidak matang. Tahapan relokasi pun tidak berlangsung tiap tahun, ditandai dengan tidak adanya anggaran yang disediakan pemerintah yang setidaknya digunakan untuk membebaskan lahan akses jalan yang masih tersisa.

AYO BACA : Anggaran Relokasi Pasar Singaparna Dipakai Pilkada

"Kami dari DPK KNPI Singaparna sangat mempertanyakan keseriusan pemerintah untuk merelokasi Pasar Singaparna. Saya kira Pemerintah tidak serius untuk merelokasi Pasar Singaparna dan membenahi kawasan "kumuh" di tengah-tengah Ibu Kota Kabupaten Tasikmalaya ini," kata ketua PK KNPI Kecamatan Singaparna Zamzam J Maarif, Selasa (25/2/2020).

Rencana relokasi pasar dan terminal ke wilayah Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang sendiri sudah mencuat sejak tahun 2015 lalu. Namun lima tahun berlalu, relokasi tidak pernah terjadi.

AYO BACA : Kebutuhan Anggaran Perpindahan Pasar Singaparna Capai Rp120 Miliar

"Kalaupun mau, tiap tahun dianggarkan untuk relokasi. Kalaupun tidak mampu tiap tahun dari APBD, bisa mengajukan ke pemprov atau ke pemerintah pusat," tambahnya.

Relokasi pasar dan terminal Singaparna dinilai mendesak untuk dilakukan. Terlebih lagi karena kedua tempat itu berada di tengah ibu kota Kabupaten Tasikmalaya yang menjadi wajah pemerintahan.

"Relokasi Pasar Singaparna harus menjadi prioritas pemerintah dalam upaya penataan Ibu Kota Kabupaten Tasikmalaya." ucapnya.

AYO BACA : Pedagang Pasar Cikalong Minta Izin Pendirian Super Market Dicabut

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar