Yamaha

Bentrok Hindu-Muslim di India Sisakan 200 Korban Luka

  Kamis, 27 Februari 2020   Nur Khansa Ranawati
bentrok di New Delhi India. (Foto: AFP)

NEW DELHI, AYOTASIK.COM-- Jumlah orang yang tewas dari bentrokan yang terjadi antara kelompok umat Muslim dan Hindu di wilayah timur laut New Delhi, India, dilaporkan meningkat. Setidaknya 25 orang dinyatakan tewas dan lebih dari 200 orang luka-luka.

Sebagaimana dilansir Al Jazeera, Kamis (27/2/2020), kerusuhan tersebut dipicu atas aksi protes terhadap Undang-undang Kewarganegaraan yang dinilai kontroversial, yang telah disahkan sejak Minggu pekan lalu. Undang-undang tersebut dinilai diskriminatif terhadap kaum Muslim.

Alhasil Aksi tersebut berujung bentrok dimana kedua belah pihak saling serang dengan melempar batu dan berbagai benda serta merusak properti, termasuk masjid. Berbagai foto dan video yang beredar di media sosial menggambarkan situasi protes yang berlangsung selama empat hari tersebut.

Laporan BBC, Rabu (26/2/2020) menyebutkan bahwa kebanyakan kelompok Hindu nampak memukuli pria tak bersenjata, termasuk jurnalis, dengan tongkat dan batang besi. Akses menuju daerah yang dihuni oleh mayoritas Muslim ini pun sangat dibatasi pada Selasa (25/2/2020), ketika sebagian besar aksi kekerasan terjadi.

Berdasarkan daftar nama korban, baik kelompok Muslim maupun Hindu masuk ke dalam daftar korban tewas dan terluka. Menanggapi hal ini, Perdana Menteri India Narendra Modi mengunggah twit pada Rabu, tiga hari setelah kekerasan pecah.

Dalam twitnya, Modi meminta perdamaian, dan mengatakan pihaknya akan meninjau situasi serta polisi akan berupaya menormalkan situasi.

Adapun kekerasan dipicu oleh aksi yang telah berlangsung selama berminggu-minggu di New Delhi terhadap Undang-undang Kewarganegaraan tersebut diserang oleh kelompok nasionalis Hindu. Kelompok Muslim menilai undang-undang tersebut cenderung diskriminatif terhadap mereka dan bertentangan dengan etos sekuler negara tersebut.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar