Yamaha

Warga Berharap Monumen Lam Alif Dijadikan Ikon Kabupaten Tasik

  Kamis, 27 Februari 2020   Irpan Wahab Muslim
Monumen Lam Alif di depan Kantor Bupati Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Monumen lam alif, berdiri tegak di depan kantor Bupati Tasikmalaya di Jalan Bojongkoneng, Kecamatan Singaparna. Monumen yang dibangun tahun 2016 ini merupakan inisiasi Bupati Tasikmalaya saat itu, Uu Ruzhanul Ulum.

Keberadaan monumen lam alif ini menjadi kebanggaan masyarakat. Sebagian warga bahkan mengharapkan monumen dijadikan ikon daerah. Nandang (37), seorang warga menuturkan, selama ini Kabupaten Tasikmalaya tidak mempunyai ikon daerah. Monumen lam alif dapat mencerminan Kabupaten Tasikmalaya yang religius islami.

"Kabupaten Tasikmalaya itu relegius islami, jadi bisa terwakili oleh monumen lam alif. Apalagi huruf lam alif merupakan awalan dari sahadat," kata Nandang, Kamis (27/2/2020).

Nandang menambahkan, ia sangat mengapresiasi ide dan gagasan bupati saat itu karena membangun monumen sebagai hiasan komplek perkantoran. Apalagi, dalam monumen itu, ada juga prasasti Geger Hanjuang sebagai cikal bakal Tasikmalaya

"Jadi menyeleraskan antara religi dan sejarah. Saya pikir bisa dijadikan ikon," tambahnya.

Pendapat serupa diungkapkan Abdul Karim (54). Bapak dua anak itu menuturkan, monumen lam alif menambah keindahan di komplek perkantoran. Terlebih lagi, di dalam monumen itu berbagai makna tersirat, mulai dari anak tangga, selasar hingga puncak monumen.

"Apalagi, huruf lam alif-nya itu kreasinya sangat bagus. Jadi kelihatan keindahan dan kemegahan," ucap Karim.

Sementara itu, perancang monumen lam alif, Endang Zaenal Alfian menuturkan, huruf lam alim dalam monumen tidak berdiri sendiri. Namun bagian dari kalimat tauhid laa ilaha Illallah yang merupakan dasar dalam islam.

Selain itu, makna lain dalam monumen lam alif tergambar dari jumlah anak tangga yang berjumlah 17 anak tangga. angka 17 meningatkan pada jumlah rakaat salat dalam satu hari, 17 Agustus proklamasi kemerdekaan, dan 17 ramadan sebagai tanggal turunnya Alquran.

"Di bawah selasar ada anak yangga berjumlah lima, mengingatkan pada rukun islam dan pancasila," kata Alfian.

Pada dinding tiang, terdapat enam lekukan yang mengingatkan pada rukun iman. Dan ada Prasasti geger hanjuang sebagai cikal bakal Tasikmalaya.

"Dibawah hurup lam alif itu ada dua penopang, karena berdasarkan pada pegangan agama islam yakni Kitabulloh dan sunnatulloh, " tambahnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar