Yamaha

Mangkubumi dan Mitos Eyang Prabudilaya

  Rabu, 04 Maret 2020   Irpan Wahab Muslim
Kantor Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

MANGKUBUMI, AYOTASIK.COM -- Mangkubumi termasuk salah satu kecamatan di wilayah Kota Tasikmalaya. Wilayah Mangkubumi, memiliki luas wilayah 23,68 kilometer (KM) dengan kepadatan 3.598 jiwa per KM persegi. Kecamatan Mangkubumi sendiri terdiri dari 8 kelurahan.

Berdasarkan cerita yang beredar di masyarakat sekitar, penamaan Mangkubumi tidak lepas dari cerita Eyang Prabudilaya yang makamnya berada di Situ Gede.

Eyang Prabudilaya merupakan salah satu sosok penyebar Islam di tanah Sukapura. Prabudilaya berasal dari Kerajaan Sumedang Larang. Prabudilaya berkelana dari wilayah Sumedang dan keluar dari kerajaan ke Tasikmalaya untuk menimba ilmu.

Dalam mencari dan mendalami ilmu itu, Eyang Prabudilaya sering melakukan petapaan atau mati geni selama berbulan-bulan. Dari kebiasannya itu, muncul sebuah kecurigaan dari dua orang istrinya yang bernama Sekar Karembong dan Sembahdalem.

Kecurigaan kedua istrinya mengarah pada tudingan kepada Eyang Prabudilaya yang mempunyai istri ketiga karena dalam pengembaraannya ke Tasikmalaya tidak ada kabar berita.

"Karena curiga eyang mempunyai istri lagi, dua istrinya itu bersekongkol untuk menghabisi nyawa eyang dengan cara dibunuh. Eksekutornya itu istri pertamanya Sekar Karembong," papar Abdul Rosad, salah satu tokoh Kecamatan Mangkubumi, Rabu (4/3/2020).

Dalam aksi pembunuhan itu, Sekar Karembong dibantu oleh dua pengawalnya. Setelah dibunuh, mereka kebingungan memakamkan jenazah Eyang Prabudilaya hingga berkeliling wilayah Tasikmalaya termasuk wilayah Mangkubumi saat ini.

"Waktu di wilayah Mangkubumi saat ini, tandu yang membawa dipake mambwa jenasah patah. Dengan kesatiannya, sekar karembong mengambil tanah dan dijampi-jampi. " kata Abdul Rosad.

Tanah yang sudah dijampi-jampi itupun diolehkan ke tandu yang patah, dan tanpa diduga tandu itu tersambung kembali. Perjalanan membawa jenazah itu pun berakhir di wilayah bukit yang tidak jauh dari tempat membawa tanah.

"Dilihatnya bukit, yang sekarang ada di Situ Gede. Akhirnya Eyang Prabudilaya dimakamkan di situ. Sampai sekarang banyak yang berkunjung untuk ziarah," ucapnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar